24.4 C
Munich

5 Kebiasaan yang Menyebabkan Ngorok: Hindari Agar Tidur Lebih Nyenyak

Harus dibaca






Kebiasaan yang Menyebabkan Ngorok dan Kapan Perlu Diwaspadai

Kebiasaan yang Menyebabkan Ngorok dan Kapan Perlu Diwaspadai

Jakarta, CNN Indonesia — Ngorok atau mendengkur merupakan kondisi yang cukup umum dialami banyak orang saat tidur. Meski sering dianggap tidak berbahaya, beberapa kebiasaan yang menyebabkan ngorok sebenarnya dapat memperburuk kualitas tidur dan pada akhirnya mengganggu kesehatan. Pada dasarnya, ngorok terjadi ketika aliran udara di hidung atau tenggorokan terhambat, membuat jaringan di saluran napas bergetar sehingga menghasilkan suara dengkuran.

Kebiasaan yang Menyebabkan Ngorok

Beberapa kondisi medis dipercaya jadi penyebab ngorok atau mendengkur. Selain obesitas dan sleep apnea obstruktif, kebiasaan sehari-hari juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami ngorok. Kebiasaan tersebut antara lain:

  1. Tidur dalam posisi telentang menyebabkan saluran napas lebih sempit sehingga udara sulit mengalir dengan lancar. Mengubah posisi tidur jadi menyamping bisa membantu mengurangi dengkuran.

  2. Mengonsumsi alkohol sebelum tidur membuat otot-otot di mulut dan tenggorokan terlalu rileks, meningkatkan kemungkinan saluran napas menyempit.

  3. Kurang tidur dapat menjadi pemicu ngorok karena otot-otot saluran napas jadi lebih rileks dan aliran udara lebih mudah terhambat.

  4. Berat badan berlebih, terutama di area leher, memberikan tekanan pada saluran napas sehingga aliran udara menjadi lebih sempit.

  5. Membiarkan hidung tersumbat karena pilek, alergi, atau infeksi dapat menyebabkan ngorok karena tubuh cenderung bernapas melalui mulut.

Kapan Ngorok Perlu Diwaspadai?

Ngorok sesekali umumnya bukan masalah kesehatan besar. Namun, jika dengkuran terjadi hampir setiap malam, sangat keras, atau disertai jeda napas, tersedak, hingga rasa kantuk berlebihan pada siang hari, itu bisa menjadi tanda obstructive sleep apnea (OSA) atau sleep apnea obstruktif. Gangguan ini dapat menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dalam darah dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga stroke apabila tidak ditangani.

Jika ngorok mulai mengganggu kualitas tidur atau disertai gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Evaluasi lebih lanjut mengenai kebiasaan yang menyebabkan ngorok juga dapat membantu menentukan penanganan yang paling sesuai.

Source link

Source link

Berita Terbaru