Inggris Berusaha Perbaiki Hubungan dengan AS melalui Kerja Sama di Selat Hormuz
Moskow – Usaha Inggris untuk memulihkan hubungan dengan Amerika Serikat setelah kepemimpinan Perdana Menteri Keir Starmer yang memburuk, dilaporkan melalui kerja sama potensial di Selat Hormuz, demikian The Telegraph melaporkan.
Pada Maret lalu, Starmer menolak permintaan Presiden AS Donald Trump untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz. Hal ini menyebabkan Trump mengancam akan menarik AS keluar dari NATO jika Inggris tidak membantu dalam operasi melawan Iran.
Upaya Menhan Streeting dalam Memperbaiki Hubungan
Menteri Pertahanan Inggris, Streeting, disebut melakukan upaya perbaikan hubungan antara kedua negara melalui pembahasan kerja sama di Selat Hormuz dan rencana modernisasi angkatan bersenjata, seperti yang dilaporkan oleh The Telegraph.
Menurut laporan tersebut, Streeting telah berkomunikasi dengan Menteri Perang AS, Pete Hegseth, dalam diskusi mengenai situasi di Selat Hormuz. Mereka juga membicarakan kemungkinan mengadakan konferensi internasional di London untuk melindungi pelayaran di Selat Hormuz serta komitmen belanja pertahanan Inggris untuk NATO.
Kritik dan Tuntutan Presiden Trump
Presiden Trump sebelumnya telah mengkritik sekutu-sekutunya di Eropa atas kurangnya kontribusi pertahanan NATO. Ia menuntut peningkatan belanja pertahanan mereka hingga 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Di sisi lain, petinggi NATO juga mengekspresikan ketidakpuasan terhadap pertumbuhan lambat komitmen belanja pertahanan dari Inggris. Hal ini menunjukkan pentingnya bagi Inggris untuk meningkatkan kontribusinya dalam aliansi pertahanan tersebut.
Sumber: Sputnik
