24.4 C
Munich

Ayah Ideal: Kehadiran Fisik dan Psikologis yang Mendukung

Harus dibaca

Kemendukbangga: Ayah Ideal Hadir Secara Fisik dan Psikologis

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN menegaskan pentingnya sosok ayah ideal bagi keluarga, yang mampu hadir secara fisik dan psikologis. Menurut Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, kehadiran ayah tersebut sangat menentukan tumbuh-kembang anak. Namun, data menunjukkan bahwa 25,8 persen anak mengalami kehilangan peran ayah atau fatherless.

Rangkul Anak dan Awasi Perkembangan Mereka

Budi menjelaskan bahwa peran ayah yang baik minimal harus hadir secara fisik di rumah, membantu merangkul dan memeluk anak. Selain itu, secara psikologis, ayah juga perlu terlibat dalam pengasuhan, memantau perkembangan akademik dan pergaulan anak. Menurutnya, kehadiran ayah dapat berdampak besar terhadap anak, terutama dalam hal prestasi akademik.

Dalam upaya memperkuat hubungan antara ayah dan anak, Kemendukbangga/BKKBN meluncurkan Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (Gamas).

Komunikasi dan Kesetaraan dalam Pengasuhan Keluarga

Deputi Bidang Kebijakan Strategi Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ukik Kusuma Kurniawan, menambahkan bahwa keluarga membutuhkan figur ayah yang memahami peran-peran dalam keluarga. Menurutnya, komunikasi yang baik antara ayah dan ibu menjadi kunci penting dalam menciptakan kesetaraan dalam pengasuhan.

Ukik menegaskan bahwa peran ayah tidak hanya dalam mendisiplinkan anak, tetapi juga dalam memahami bahwa hukuman yang bersifat fisik tidak efektif. Ia menekankan bahwa komunikasi yang baik antara orangtua dan anak adalah landasan utama dalam pola pengasuhan yang baik.

Menurut Kemendukbangga/BKKBN, keluarga ideal adalah yang mampu menciptakan kesetaraan dalam pengasuhan, di mana ayah dan ibu dapat saling bertukar peran melalui komunikasi yang adil.

Source link

Berita Terbaru