14.8 C
Munich

Keamanan Kafein dalam Minum Matcha saat Menyusui

Harus dibaca

Matcha Sebagai Pilihan Minuman Favorit

Jakarta (ANTARA) – Minuman matcha semakin populer di kalangan banyak orang karena rasanya yang khas, kandungan antioksidannya yang tinggi, dan efek menyegarkan dari kafein. Namun, bagi ibu yang sedang menyusui, muncul pertanyaan seputar keamanan konsumsi matcha dan dampak kandungan kafeinnya pada bayi.

Kafein dari Matcha dan Pengaruh pada ASI

Para ahli menyebutkan bahwa ibu menyusui boleh mengonsumsi matcha dalam jumlah yang wajar. Kafein yang terkandung dalam matcha bisa masuk ke dalam ASI, namun dalam jumlah yang relatif kecil, sekitar 1 hingga 1,5 persen dari total konsumsi kafein ibu.

Jumlah maksimal kafein yang direkomendasikan untuk ibu menyusui adalah 300 miligram per hari. Sehingga, konsumsi satu hingga dua cangkir matcha per hari masih dianggap aman bagi sebagian besar ibu menyusui, asalkan tidak melebihi batas tersebut.

Kenali Efek Matcha dan Kafein

Matcha dan kopi, meskipun mengandung kafein, memiliki efek yang berbeda. Matcha mengandung L-theanine yang dapat memperlambat penyerapan kafein, sehingga energinya terasa lebih stabil. Namun, tetap perlu berhati-hati terhadap total konsumsi kafein harian.

Cara Konsumsi Matcha yang Aman

Bagi ibu yang baru pertama kali mencoba matcha saat menyusui, disarankan untuk memulai dari setengah hingga satu cangkir per hari. Waktu konsumsi juga perlu diperhatikan, sebaiknya pagi atau siang hari agar tidak memengaruhi pola tidur ibu maupun bayi.

Apabila bayi menunjukkan tanda-tanda sensitif terhadap kafein, seperti rewel, sulit tidur, atau gelisah, segera kurangi konsumsi matcha dan amati kondisinya selama beberapa hari.

Secara keseluruhan, matcha boleh dikonsumsi selama menyusui asalkan tidak berlebihan dan tetap memperhatikan total asupan kafein harian yang direkomendasikan. Konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi jika masih ragu mengenai konsumsi kafein selama menyusui.

Source link

Berita Terbaru