Apa Itu Doomscrolling dan Mengapa Banyak Orang Mengalaminya
Media sosial tidak hanya menjadi tempat untuk berinteraksi, tetapi juga sebagai sumber informasi. Namun, kebiasaan doomscrolling atau terus mengonsumsi berita buruk secara berulang telah menjadi perhatian banyak orang.
Mengapa Orang Melakukan Doomscrolling?
Berikut adalah beberapa alasan di balik perilaku doomscrolling yang sering terjadi:
- Ingin mengetahui perkembangan terbaru yang berkaitan dengan situasi yang dianggap mengancam atau tidak pasti.
- Rasa takut ketinggalan informasi terbaru yang muncul secara terus-menerus.
- Penggunaan algoritma oleh platform digital yang membuat pengguna terus terpapar dengan konten yang dianggap relevan.
- Merasa lebih siap menghadapi ancaman dengan membaca informasi mengenai kemungkinan buruk.
Dampak Doomscrolling
Doomscrolling dapat berdampak pada kesehatan mental seseorang. Beberapa dampak negatif yang dapat timbul akibat kebiasaan ini antara lain:
- Meningkatkan rasa cemas dengan pikiran yang terus memikirkan kemungkinan buruk.
- Mengganggu suasana hati dengan penurunan emosi positif setelah membaca berita negatif.
- Mengganggu waktu tidur yang dapat berdampak pada kesejahteraan emosional seseorang.
Untuk mengurangi kebiasaan doomscrolling, beberapa langkah sederhana dapat dilakukan, seperti menetapkan batas waktu, menghindari membuka berita sebelum tidur, mematikan notifikasi yang tidak perlu, memeriksa sumber informasi, menyimbangkan informasi negatif dengan konten positif, dan berhenti ketika mulai merasa semakin cemas.
Di hadapan pengaruh negatif dari doomscrolling, penting untuk memperhatikan keseimbangan konsumsi informasi dan dampaknya terhadap keseharian seseorang. Penggunaan media sosial yang bermasalah dapat berdampak pada kesehatan mental dan gangguan tidur, sehingga perlu untuk selalu menjaga keseimbangan dalam penggunaannya.
