PLN Siap Mengakselerasi Pengembangan Energi Panas Bumi
PT PLN (Persero) menargetkan peningkatan kapasitas terpasang energi panas bumi dari 2,8 GW menjadi 7,9 GW pada 2033, menuju yang terbesar di dunia. Langkah strategis ini sejalan dengan RUPTL 2025–2034 dan target energi baru terbarukan nasional.
Mendorong Kedaulatan Energi Nasional
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, berkomitmen untuk mendorong energi bersih demi kedaulatan energi nasional. Pengembangan energi terbarukan seperti panas bumi dianggap penting untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil impor.
Potensi Geotermal Indonesia
Julfi Hadi dari API menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi panas bumi terbesar di dunia. Energi panas bumi dapat menjadi _base load_ yang handal dan bersih. Kolaborasi antara pemerintah, PLN, dan pemangku kepentingan lainnya dianggap krusial untuk mengoptimalkan potensi panas bumi nasional.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan dukungan PLN terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan energi terbarukan. Indonesia memiliki potensi panas bumi hingga 23,2 GW, dan PLN berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas terinstalasi menjadi 7,9 GW pada 2033.
Kolaborasi Skema GEECA dan SECA
PLN membuka kolaborasi melalui skema GEECA dan SECA untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi. Total 79 proyek diharapkan dapat menambah kapasitas panas bumi hingga 3,1 GW.
Di IIGCE 2026, Pemerintah menyerahkan izin panas bumi WKP Gunung Ungaran kepada PLN. Selain itu, PLN Indonesia Power dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk juga menandatangani kerja sama pembelian tenaga listrik dari proyek panas bumi di Sulawesi Utara dan Lampung.
Dengan dukungan Pemerintah dan kolaborasi mitra, PLN siap mengakselerasi pengembangan panas bumi untuk mendukung ketahanan energi nasional dan transisi energi. PLN berkomitmen untuk memperkuat pasokan listrik _baseload_ yang andal melalui energi panas bumi.
