Baca Buku Sebelum Tidur Bisa Bantu Tidur Lebih Nyenyak
Jakarta, CNN Indonesia — Bagi sebagian orang, tidur bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Terkadang, pikiran terus menerus memutar kejadian sepanjang hari, memikirkan pekerjaan esok, dan mengingat hal-hal yang sudah lama berlalu. Dalam kondisi seperti ini, membaca buku sebelum tidur bisa menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang membantu tubuh dan pikiran untuk beralih ke mode istirahat.
Manfaat Membaca Sebelum Tidur
Ahli kesehatan otak dan tidur mengatakan bahwa membaca sebelum tidur memiliki alasan ilmiah. Hal ini dikarenakan paparan cahaya biru dari perangkat elektronik dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun seseorang. Selain itu, aktivitas di ponsel juga dapat membuat otak terus terstimulasi, terutama dengan konten yang terus berganti di media sosial. Ahli saraf dan peneliti pascadoktoral Laura Bojarskaite dari University of Oslo menyatakan bahwa buku cenderung menawarkan pengalaman yang lebih lambat dan dapat diprediksi, sehingga membantu otak untuk melepaskan diri dari rangsangan yang terus menerus.
Meskipun membaca tidak langsung membuat otak menghasilkan tidur, kegiatan membaca dapat mengurangi faktor-faktor yang membuat seseorang tetap terjaga. Dengan larut dalam buku yang tenang, perhatian seseorang tidak lagi tertuju pada hal-hal yang menyebabkan stres atau membuatnya terus mencari stimulasi dari ponsel.
Sinyal Tubuh untuk Tidur
Membaca sebelum tidur juga dapat menjadi bagian dari rutinitas tidur yang konsisten. Seperti minum teh hangat atau menulis jurnal sebelum tidur, membaca buku dengan waktu dan cara yang sama setiap malam dapat menjadi sinyal bagi tubuh bahwa sudah saatnya untuk beristirahat. Konsistensi dalam kegiatan tersebut merupakan kuncinya, dimana tubuh akan terbiasa mengaitkan aktivitas membaca dengan waktu untuk bersantai dan tidur.
Meskipun membaca dapat membantu tidur, tidak semua jenis bacaan cocok dilakukan menjelang waktu tidur. Hindari bacaan yang terlalu menegangkan atau meningkatkan emosi, karena hal ini justru dapat membuat tidur menjadi lebih sulit. Pilihan perangkat seperti buku fisik atau e-reader juga perlu dipertimbangkan, dimana buku fisik atau e-reader dengan layar e-ink memiliki sedikit gangguan dibandingkan membaca melalui ponsel.
Jadi, membaca buku sebelum tidur bukanlah obat untuk semua masalah tidur, tetapi kebiasaan sederhana ini dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang, mengurangi distraksi, dan membantu pikiran untuk bersiap-siap beristirahat. Dengan melakukan ini secara rutin dan mengombinasikannya dengan kebiasaan tidur yang baik, membaca buku dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu mempersiapkan tubuh menuju waktu tidur.
