11.9 C
Munich

Mitos Vs Fakta: Bahaya dan Kebenaran Menyapu Abu Vulkanik

Harus dibaca

Waspada! Bahaya Menyapu Abu Vulkanik Setelah Erupsi Gunung Anak Krakatau

Jakarta, CNN Indonesia — Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau telah mencapai beberapa daerah, menyebabkan banyak warga mengeluhkan lantai rumah mereka dipenuhi debu abu vulkanik. Banyak dari mereka yang segera menyapu abu tersebut dengan harapan lantai bisa kembali bersih.

Namun, menyapu lantai yang tertutup oleh abu vulkanik sebenarnya tidak disarankan. Menurut Badan Geologi Amerika Serikat (USGS), menyapu abu vulkanik, terutama dalam kondisi kering, dapat membuat partikel abu beterbangan kembali ke udara. Hal ini meningkatkan risiko terhirupnya abu vulkanik dan dapat berdampak buruk pada kesehatan.

Kenapa Menyapu Abu Vulkanik Berbahaya?

USGS mengimbau masyarakat untuk menghindari menyapu lantai yang tertutup abu vulkanik karena beberapa alasan, antara lain:

  1. Abu yang terangkat kembali bisa menjadi partikel udara, sehingga udara di sekitar tetap berpotensi terkontaminasi.
  2. Partikel abu yang terhirup dapat masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi serta masalah kesehatan lainnya.
  3. Abu vulkanik bersifat abrasif dan dapat merusak permukaan lantai ketika disapu dengan metode kering.

Cara Membersihkan Abu Vulkanik yang Benar

USGS merekomendasikan metode pembersihan abu vulkanik yang aman, antara lain:

  • Hindari menggunakan metode sapu kering, dan gunakan kain lembap, pel basah, atau vacuum cleaner yang sesuai.
  • Jika abu cukup tebal, basahi terlebih dahulu sebelum membersihkannya.
  • Pada area luar, penyapuan bisa dilakukan dengan sedikit air untuk mencegah partikel abu terangkat ke udara.

Dengan memperhatikan cara membersihkan abu vulkanik yang benar, kita dapat mengurangi risiko paparan abu dan menjaga kesehatan diri serta keluarga. Mari bersama-sama menjaga kebersihan dan keselamatan, terutama setelah bencana alam seperti erupsi Gunung Anak Krakatau. (asr)

Source link

Berita Terbaru