Apple memasuki persaingan ponsel lipat melalui iPhone Duo, perangkat dengan dua layar yang terhubung engsel dan dibuka seperti buku. Dibandingkan Samsung Galaxy Z Fold8, iPhone Duo menawarkan layar dengan lipatan yang lebih samar dan sertifikasi ketahanan lebih tinggi, tetapi harus dibayar dengan bobot serta ketebalan yang lebih besar.
Layar dan engsel menjadi fokus utama
iPhone Duo mengusung layar internal Super Retina XDR berukuran 7,6 inci. Panel ini mendukung ProMotion hingga 120Hz dan kecerahan puncak 3.000 nit. Sementara itu, layar eksternalnya berukuran 5,4 inci dengan rasio aspek yang sama, sehingga tampilan dapat berpindah secara konsisten ketika perangkat dibuka maupun ditutup.
Apple juga menambahkan lapisan nano-texture untuk mengurangi pantulan cahaya dan membuat area lipatan atau crease tampak lebih samar. Di bawah panel tersebut terdapat konstruksi berlapis yang terdiri atas polimer dengan kekakuan 40 persen lebih tinggi, kaca berkekuatan tinggi di kedua sisi layar, serta perekat khusus. Susunan ini dirancang agar setiap lapisan dapat bergerak mengikuti proses pelipatan dan pembukaan perangkat.
Hasilnya, Apple berupaya membuat crease tidak terlalu mengganggu, baik secara visual maupun ketika layar digunakan. Samsung sendiri mengembangkan struktur Flex Titanium dan Armor FlexHinge pada Galaxy Z Fold8 untuk menjaga bentuk layar dan mengurangi tampilan lipatan. Karena itu, keunggulan iPhone Duo bukan terletak pada penghapusan masalah crease sepenuhnya, melainkan pada upaya membuatnya semakin samar.
Engsel iPhone Duo terdiri atas lebih dari 100 komponen. Sistem ini dipadukan dengan rangka titanium dan magnet untuk membantu kedua sisi perangkat tetap sejajar. Namun, dari sisi fisik, Galaxy Z Fold8 lebih unggul. iPhone Duo memiliki ketebalan 5,2 milimeter saat dibuka dan 11,3 milimeter ketika dilipat, dengan bobot 254 gram. Galaxy Z Fold8 tercatat memiliki ketebalan 4,5 milimeter saat terbuka dan bobot 201 gram.
Keunggulan iPhone Duo terlihat pada perlindungan perangkat. Ponsel ini membawa sertifikasi IP68, sedangkan Galaxy Z Fold8 memiliki rating IP48. Perbedaan tersebut membuat iPhone Duo menawarkan perlindungan lebih tinggi terhadap partikel tertentu.
Performa, autentikasi, dan kamera
Apple membekali iPhone Duo dengan chip A20 Pro berbasis fabrikasi 2 nanometer dan sistem vapor chamber untuk membantu mengelola panas. Apple mengklaim CPU-nya meningkat hingga 20 persen dan GPU hingga 40 persen dibandingkan A19 Pro. Sistem termalnya juga diklaim mampu mempertahankan performa hingga 35 persen lebih baik dibandingkan iPhone 17 Pro dalam penggunaan berkelanjutan.
Baterai perangkat dibagi menjadi dua unit, masing-masing ditempatkan di sisi berbeda. Konfigurasi ini diklaim mampu menghasilkan pemutaran video hingga 31 jam melalui layar utama dan 44 jam melalui layar luar. Pengisian kabel dapat mencapai 50 persen dalam sekitar 20 menit, sedangkan MagSafe atau Qi2 membutuhkan sekitar 30 menit untuk kapasitas yang sama.
Apple tidak lagi menggunakan Face ID pada iPhone Duo. Sebagai gantinya, Touch ID ditempatkan pada tombol samping agar tetap dapat digunakan ketika perangkat terbuka ataupun tertutup. Kamera FaceTime di layar dalam diletakkan di balik panel sehingga layar utama tidak memerlukan notch.
Untuk fotografi, iPhone Duo memiliki dua kamera belakang 48MP, masing-masing berupa kamera utama dan ultrawide. Kamera utama mendukung pembesaran optik 2x serta rentang optical-quality zoom hingga 4x. Namun, perangkat ini tidak memiliki kamera telefoto khusus seperti sejumlah ponsel flagship lainnya.
iOS 27 menjadi pembeda utama
Sejumlah teknologi yang dibawa iPhone Duo sebenarnya telah lebih dulu dikembangkan produsen lain, termasuk layar dengan crease samar, engsel fleksibel, kamera di balik layar, dan bodi tahan air. Pembeda yang ditawarkan Apple lebih terlihat pada integrasinya dengan iOS 27.
Apple mendesain ulang antarmuka untuk memanfaatkan layar besar ketika perangkat dibuka. Dock dan navigasi dipindahkan ke sisi layar, sementara pengguna dapat menjalankan dua jendela dari aplikasi yang sama, seperti Safari. Pendekatan tersebut menjadi upaya Apple menghadirkan pengalaman ponsel lipat yang tetap familiar bagi pengguna iPhone.
Di tengah keunggulan layar, ketahanan, dan integrasi perangkat lunak itu, iPhone Duo masih menghadapi kompromi berupa ukuran yang lebih berat, absennya kamera telefoto, serta penggantian Face ID dengan Touch ID. Apple perlu membuktikan bahwa kombinasi tersebut cukup kuat untuk mendorong pengguna iPhone beralih ke perangkat lipat.
