Lima kabar kriminal dan keamanan mewarnai pemberitaan di Jakarta pada Senin (14/9). Peristiwa yang disorot mencakup penghentian konser Kotak akibat sebaran gas berbahaya, pengungkapan peredaran etomidat dan sabu, penangkapan terduga pelaku pembunuhan, serta penyelidikan dugaan kekerasan seksual.
Konser Kotak dihentikan setelah gas tersebar
Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua mengungkap kronologi insiden yang terjadi saat konser grup musik Kotak di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, pada Minggu (13/9) malam. Konser tersebut dihentikan lebih awal setelah muncul sebaran gas misterius yang disebut berbahaya.
Peristiwa itu menjadi salah satu perhatian utama dalam laporan keamanan karena berlangsung di tengah kegiatan konser. Namun, informasi yang disampaikan dalam rangkuman tersebut hanya menyebutkan bahwa UPK Kota Tua membeberkan kronologi kejadian dan bahwa pertunjukan tidak dilanjutkan hingga selesai.
Pengungkapan kasus narkotika
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya membongkar peredaran narkotika jenis etomidat atau etomidate. Barang tersebut dikemas dalam bentuk cartridge atau kartrid rokok elektrik dan ditemukan di dua lokasi berbeda, yakni Jakarta Barat dan Tangerang Selatan.
Dari pengungkapan itu, polisi menyita sebanyak 518 kartrid. Kasus tersebut menambah daftar perkara peredaran narkotika yang ditangani aparat pada periode yang sama.
Dalam perkara terpisah, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran sabu seberat 7.218,1 gram atau sekitar 7,2 kilogram. Polisi menyebut nilai barang bukti tersebut mencapai Rp10 miliar.
Pengungkapan dilakukan dengan menangkap seorang pria berinisial SH (35). Ia ditangkap di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Kasus ini ditangani sebagai perkara peredaran sabu, dengan jumlah barang bukti yang disebut mencapai lebih dari tujuh kilogram.
Pembunuhan di Tanah Abang dan laporan kekerasan seksual
Subdirektorat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya juga menangkap seorang pria berinisial SMA. Ia diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap seorang perempuan di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam penyidikan kasus pembunuhan itu. Rangkuman berita tidak memuat keterangan lebih lanjut mengenai identitas korban, motif, maupun waktu penangkapan SMA.
Sementara itu, Polda Metro Jaya menyelidiki laporan dugaan kekerasan seksual di kawasan Jakarta Selatan. Laporan tersebut diajukan oleh seseorang berinisial AW, sedangkan pihak yang dilaporkan adalah pria berinisial ATT atau BP.
Perkara itu masih berada dalam tahap penyelidikan. Penyebutan dugaan kekerasan seksual dalam laporan tersebut tetap merujuk pada proses hukum yang sedang berjalan, sehingga belum menunjukkan adanya putusan atau kesimpulan bersalah terhadap pihak terlapor.
