13.4 C
Munich

Peran Tersangka Penipuan Love Scaming di Jakarta Timur

Harus dibaca

Peran Tersangka Penipuan Love Scamming di Jakarta Timur

Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkap pembagian peran empat orang dalam kasus penipuan bermodus love scamming di Jakarta Timur. Di balik janji kerja paruh waktu dan iming-iming komisi besar, para pelaku menyusun skema yang rapi untuk menjaring korban lewat media sosial dan layanan percakapan daring.

Peran masing-masing tersangka

Dalam kasus ini, tersangka perempuan berinisial ORM (36) disebut bertugas menyiapkan tempat kerja atau apartemen, membuat akun Instagram palsu, mengatur transaksi keuangan, serta menyiapkan website “Banggood” yang digunakan untuk menggaet korban. Sementara itu, tersangka laki-laki berinisial R (29) berperan sebagai customer service yang meyakinkan korban melalui live chat dan mengarahkan mereka agar tergiur pada skema komisi yang dijanjikan.

Tersangka lain, APD (24), juga membuat akun Instagram palsu untuk mencari korban melalui media sosial. Adapun satu tersangka berinisial A (29) yang hingga kini masih dalam daftar pencarian orang, disebut berperan membuat website dalam jaringan penipuan tersebut.

Jejak pengalaman di luar negeri

Berdasarkan pemeriksaan, para pelaku menjalankan aksi ini dengan motif ekonomi. Mereka disebut pernah memiliki pengalaman kerja serupa di Kamboja sebelum akhirnya membentuk kelompok sendiri dan beroperasi di Indonesia. Pola itu menunjukkan bahwa skema penipuan yang dijalankan bukan aksi spontan, melainkan hasil dari pengalaman yang kemudian dipindahkan ke dalam jaringan baru.

Barang bukti dan korban

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tiga tersangka, antara lain 14 ponsel, empat laptop, empat buku rekening, tujuh kartu ATM, dan empat token key. Hingga saat ini, penyidik mencatat ada 21 korban dalam kasus tersebut. Namun, jumlah itu masih berpotensi bertambah seiring proses penyelidikan yang belum selesai.

Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya menyebut pengungkapan ini menjadi bagian dari penelusuran terhadap jaringan penipuan daring yang memanfaatkan kedekatan personal di media sosial untuk membangun kepercayaan sebelum korban diarahkan ke transaksi yang merugikan.

Berita Terbaru