13.2 C
Munich

Pemkot Tangerang Mulai Perangi TPS Liar: Langkah Menjaga Kebersihan Lingkungan

Harus dibaca

Pemkot Tangerang Mulai Perangi TPS Liar, Sachrudin Tegaskan Tak Ada Kompromi

TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang mulai memperketat penertiban Tempat Penampungan Sementara (TPS) liar yang selama ini kerap memicu persoalan kebersihan di sejumlah titik kota. Wali Kota Tangerang Sachrudin menegaskan, langkah ini tidak akan dilakukan setengah hati.

Dalam rapat evaluasi kewilayahan, Sachrudin menyampaikan bahwa penanganan TPS liar harus berjalan tegas dan terukur. Ia menekankan tidak ada ruang kompromi bagi praktik pembuangan sampah yang melanggar aturan, terutama yang membuat lingkungan sekitar kotor dan mengganggu warga.

TPS liar dibongkar, tanda larangan dipasang

Sejumlah langkah langsung disiapkan pemerintah kota, mulai dari pembongkaran TPS liar, pemasangan tanda larangan, hingga sosialisasi aturan kepada masyarakat. Upaya ini diarahkan agar kebiasaan membuang sampah sembarangan bisa perlahan dihapus dari keseharian warga.

Menurut Sachrudin, penertiban fisik saja tidak cukup bila perilaku masyarakat tidak ikut berubah. Karena itu, Pemkot Tangerang juga mendorong pendekatan yang lebih menyentuh kebiasaan warga di tingkat paling dasar.

Edukasi warga dan pengurangan sampah dari sumbernya

Selain penertiban, pemerintah kota juga memperkuat edukasi soal pengurangan sampah, terutama plastik sekali pakai. Salah satu kampanye yang digencarkan adalah ajakan kepada warga untuk membawa wadah minum sendiri. Langkah sederhana ini dinilai bisa membantu menekan timbulan sampah sejak dari sumbernya.

Sachrudin menilai, persoalan sampah tidak bisa hanya diselesaikan di hilir. Jika volume sampah dari awal sudah ditekan, maka beban pengelolaan di lapangan akan jauh berkurang. Dengan begitu, masalah lingkungan lain yang kerap berkaitan, termasuk banjir, juga dapat dicegah lebih dini.

Koordinasi lintas wilayah jadi kunci

Ia juga menekankan pentingnya kerja bersama antara dinas kebersihan, camat, lurah, dan masyarakat. Menurut dia, kebersihan kota tidak akan terjaga jika hanya dibebankan kepada satu instansi. Koordinasi yang rapi di tingkat wilayah menjadi kunci agar penanganan sampah berjalan konsisten.

Melalui penertiban TPS liar, edukasi warga, dan pengurangan sampah dari sumbernya, Pemkot Tangerang berharap persoalan kebersihan tidak terus berulang. Pemerintah kota kini menempatkan urusan sampah sebagai pekerjaan yang menuntut disiplin bersama, bukan sekadar urusan angkut dan buang.

Source link

Berita Terbaru