24.4 C
Munich

Polisi Tangkap Terduga Provokator Penjarahan Rumah Uya Kuya: Terbaru

Harus dibaca

JAKARTA — Polisi kembali membuka lapisan baru dalam kasus penjarahan rumah Anggota Komisi IX DPR nonaktif Surya Utama alias Uya Kuya di Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur. Seorang terduga provokator yang diduga ikut memantik massa lewat media sosial kini telah diamankan Polres Metro Jakarta Timur.

Diduga Sebar Ajakan Lewat Media Sosial

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dia, pelaku diduga berperan menyebarkan ajakan melalui akun media sosial yang kemudian berkaitan dengan penjarahan rumah Uya Kuya pada Sabtu (30/8) malam.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur AKBP Dicky Fertoffan menjelaskan, penangkapan dilakukan di wilayah Depok. Dari tangan terduga provokator, polisi menyita dua unit telepon genggam yang disebut digunakan untuk mengoperasikan akun TikTok.

Barang Bukti Masih Diperiksa

Hingga kini, barang bukti tersebut masih diteliti penyidik untuk menelusuri peran pelaku dan kemungkinan keterkaitan dengan pihak lain. Polisi juga masih mengembangkan penyelidikan guna mengungkap jaringan provokator yang diduga ikut mendorong massa mendatangi rumah Uya Kuya.

Sejauh ini, enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penjarahan itu. Satu tersangka tambahan juga ditangkap pada Rabu (3/9). Di sisi lain, polisi telah memintai keterangan lebih dari tiga saksi yang berada di tempat kejadian perkara.

Rumah Digeruduk Massa dan Video Menyebar Luas

Kasus ini menyita perhatian publik setelah kediaman Uya Kuya diserbu massa. Pagar rumah berhasil dirusak, lalu sejumlah orang masuk hingga ke lantai dua untuk mengambil barang-barang dari dalam rumah. Rekaman kejadian tersebut kemudian beredar luas di media sosial dan memicu kecaman serta rasa penasaran publik.

Di tengah sorotan itu, Uya Kuya juga telah memberikan klarifikasi mengenai aksi joget-joget di gedung MPR/DPR yang sempat viral bersamaan dengan kabar kenaikan tunjangan DPR RI. Ia menegaskan, aksi tersebut bukan bentuk dukungan terhadap kenaikan tunjangan, melainkan sebatas penghormatan kepada musisi yang tampil.

Polisi kini masih menelusuri apakah ada provokasi lain yang membuat massa bergerak ke rumah Uya Kuya pada malam kejadian.

Source link

Berita Terbaru