Pemerintah Provinsi Banten menggelar Rapat Koordinasi (rakor) terkait pengembangan moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) di wilayah tersebut. Dalam rakor tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Banten, Tri Murtopo, menjelaskan bahwa pengembangan jalur MRT akan difokuskan di Kabupaten Tangerang bagian utara dan Kota Tangerang Selatan. Rencananya, jalur MRT akan dibangun antara Kembangan – Balaraja di wilayah utara, serta Lebak Bulus – Serpong di wilayah selatan. Gubernur Banten, Andra Soni, menyambut baik pembangunan MRT sebagai bagian dari pengembangan potensi Provinsi Banten dan menegaskan komitmen Pemprov Banten untuk percepatan pembangunan tersebut.
Andra juga menyampaikan pentingnya keterlibatan pihak swasta dan PT MRT Jakarta dalam proyek pembangunan MRT di Banten. Pemerintah Provinsi dan berbagai pihak terkait telah melakukan diskusi untuk merumuskan timeline proyek, langkah-langkah, dan potensi keterlibatan pihak swasta. Tujuan dari rakor ini adalah untuk memfasilitasi diskusi terkait pembangunan MRT dan pengembangan potensi wilayah. Direktur Utama MRT Jakarta, Tuhiyat, sedang melakukan kajian di Kota Tangerang dan optimis bahwa proyek MRT akan memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat setempat.
Selain itu, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah DKI Jakarta, dan pihak swasta diharapkan dapat mempercepat pembangunan MRT demi kemudahan mobilitas warga. Para pengembang kawasan yang akan dilalui jalur MRT juga turut mendukung rencana pembangunan tersebut. Dalam rapat tersebut, Yudi Wibowo, Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, menyatakan optimisme terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat jika MRT sudah beroperasi. Adanya potensi keterlibatan investor dan pengembang menjadi peluang untuk mengakselerasi pembangunan moda transportasi massal ini, sesuai dengan fasilitasi yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Banten.
