Permasalahan sampah di Kota Tangerang Selatan kembali menunjukkan tren penumpukan yang mengkhawatirkan. Dalam beberapa hari terakhir, tumpukan sampah di sejumlah titik di Kecamatan Ciputat meluap dan tidak tertangani. Kabar tentang gangguan dalam layanan pengangkutan sampah diduga menjadi pemicu utama dari situasi klasik ini.
Di sekitar Pasar Jombang, terlihat tumpukan sampah setinggi tiga meter yang menyebabkan bau tak sedap meresap ke sekitar pasar. Hal ini mengganggu aktivitas para pedagang dan pengunjung di area tersebut. Pedagang setempat, Maulana, mengungkapkan bahwa selama tiga hari terakhir sampah tidak diangkut karena masalah longsor di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang yang sedang didemo oleh warga sekitar.
Situasi serupa juga terlihat di kolong flyover Pasar Ciputat, di mana gunungan sampah setinggi dua meter mulai menimbulkan genangan licin akibat aliran air lindi dari sampah. Wanto, salah seorang warga setempat, menyesalkan ketidakhadiran truk pengangkut selama tiga hari terakhir yang membuat kondisi semakin memburuk.
Lebih lanjut, tumpukan sampah juga terlihat di depan Masjid Agung Ciputat dengan berbagai jenis sampah berserakan di pinggir jalan. Pengendara sepeda motor pun terlihat berusaha menghindari bau menyengat dengan menutup hidung saat melintas di lokasi tersebut. Andri, warga setempat, mengungkapkan kekhawatiran akan keberadaan air lindi dari sampah yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Masyarakat menegaskan harapan agar Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera mengambil tindakan untuk menangani masalah penumpukan sampah yang semakin merajalela di kawasan padat seperti Ciputat. Mereka hanya meminta agar sampah segera diangkut untuk mencegah situasi yang semakin meluas dan berpotensi mengganggu kesehatan publik. Di sisi lain, BantenNews.co.id masih berusaha memperoleh konfirmasi resmi dari dinas terkait terkait perkembangan terbaru terkait dengan penanganan sampah di sekitar wilayah tersebut.

