Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, mengumumkan pembentukan Klinik UMKM Bangkit untuk mempercepat pemulihan usaha yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam kurun waktu satu tahun. Klinik ini akan bertanggung jawab dalam pemetaan UMKM terdampak hingga Maret 2026 sebelum melanjutkan dengan program bantuan pembiayaan, relaksasi pinjaman, dan modal usaha. Selain layanan pembiayaan, Klinik UMKM Bangkit juga akan menjadi pusat perbelanjaan produk lokal dari tiga provinsi terdampak yang akan dipasarkan baik di dalam maupun di luar provinsi.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan ekonomi di wilayah yang terkena dampak bencana. Selain itu, klinik juga akan memberikan layanan produksi agar UMKM yang terhenti dapat melanjutkan usahanya dengan fasilitas peralatan produksi sesuai kebutuhan. Pemerintah bersama Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menyiapkan aturan untuk memberikan keringanan kepada UMKM yang memiliki tanggungan kredit.
Klinik UMKM Bangkit akan berdiri di delapan titik di tiga provinsi terdampak banjir, yaitu Banda Aceh, Pidie, Aceh Utara, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya di Aceh; Medan dan Tapanuli Tengah di Sumatera Utara; serta Padang di Sumatera Barat. Selain itu, pemerintah juga akan mereaktivasi Pasar Pagi Kuala Simpang di Aceh Tamiang dengan mendirikan 140 tenda bantuan sebagai tempat berjualan sementara untuk membantu para pedagang kembali beraktivitas. Mereka juga berencana menambah sekitar 200 tenda lagi untuk mendukung lebih banyak pedagang.
Semua upaya ini dilakukan untuk mengembalikan kehidupan ekonomi UMKM di wilayah terdampak agar pulih dan kembali normal. Dengan berbagai langkah ini, diharapkan UMKM di Aceh dan wilayah lainnya dapat segera bangkit setelah terkena dampak bencana.

