Wawik, seorang gadis kecil dengan perjuangan hidupnya, menjalani hari-hari sulit di jalanan Jakarta. Ditemani oleh adiknya, Heri, mereka tinggal di sekitar mal besar sambil berusaha bertahan dengan menjual tisu di jalanan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Meskipun kehidupan mereka penuh tantangan dan kekurangan, namun mereka memiliki sifat kebersamaan yang kuat.
Suatu hari, Wawik terlibat dalam kejadian yang mengubah nasibnya. Ketika mencoba untuk mendapatkan uang lebih agar bisa membeli bola impian untuk Heri, Wawik terlibat dalam insiden tidak menyenangkan di mal. Dituduh mencuri oleh seorang pria asing, Wawik berusaha menjelaskan bahwa dia hanya ingin mengembalikan dompet yang jatuh di luar mal. Namun, keadaan semakin memanas dan akhirnya berujung pada kekerasan dan keributan di mal.
Dalam kekacauan tersebut, Heri, sang adik yang mencintai kakaknya lebih dari apapun, melindungi Wawik dengan gigih, meskipun dirinya hanya seorang anak kecil yang lemah. Mereka akhirnya harus menghadapi konsekuensi dari insiden tersebut, termasuk kehilangan uang yang mereka usahakan dan hentakan tangan kasar yang mengakibatkan luka di bibir Wawik.
Meski keadaannya sulit, Wawik tetap berusaha untuk melangkah maju. Dengan sisa tisu di tangannya, dia bersama Heri, menuju pulang sambil menyadari bahwa perjuangan mereka harus terus berlanjut. Dibalik kisah mereka, tergambar kegigihan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup, serta harapan untuk dapat memberikan yang terbaik bagi keluarganya.
Dari satu insiden kecil di jalanan Jakarta, kisah Wawik dan Heri mengajarkan tentang kekuatan persaudaraan, kejujuran, dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan hidup. Meskipun hidup penuh liku-liku, namun terdapat harapan yang selalu menyala, memberikan semangat untuk terus melangkah maju dalam menjalani hidup yang penuh warna.

