House of the Griffins, sebuah situs bersejarah di Roma, kini bisa dikunjungi secara virtual oleh publik. Bangunan kuno ini pertama kali dibangun pada abad ke-20 di atas Bukit Palatine, berdekatan dengan Colosseum di zaman Republik Roma. Namun, setelah Kaisar Domitian membangun istana di atasnya pada abad ke-1 M, rumah ini terkubur dan tersembunyi di bawah tanah, dilarang untuk diakses oleh publik.
Dengan kemajuan teknologi, sekarang orang modern bisa melihat keindahan House of the Griffins melalui tur siaran langsung setiap hari Selasa. Tur ini mengajak penonton melihat seluruh rumah dengan batasan kelompok sebanyak 12 orang. Pengunjung bisa melihat pemandu wisata menampilkan rumah tersebut melalui smartphone di atas kepalanya, dengan narasi bahasa Inggris dan Italia.
Meskipun pengunjung tidak benar-benar berada di dalam situs tersebut, mereka dapat melihat dekorasi yang elegan mirip dengan rumah bangsawan di Pompeii. Salah satu fitur ikoniknya adalah lukisan dinding bermotif marmer palsu dan mosaik lantai 3 dimensi. Restorasi House of the Griffins ini didanai oleh Uni Eropa sebagai bagian dari upaya untuk menyebarkan kunjungan wisatawan di Roma agar tidak menumpuk di Colosseum.Ini merupakan salah satu upaya penting dalam melestarikan warisan sejarah dan kultural kota Roma.

