15.1 C
Munich

Ledakan SMAN 72: Polisi Sebut Sakit Hati sebagai Motif Terduga Pelaku

Harus dibaca

JAKARTA — Polisi mengungkap dugaan motif di balik ledakan di SMAN 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat, 7 November 2025. Polda Metro Jaya menyebut, anak berhadapan dengan hukum (ABH) diduga bertindak karena menyimpan sakit hati atas perlakuan sejumlah teman yang kerap mengucilkannya sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan berlanjut hingga SMA.

Diduga Dipicu Rasa Tertekan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan rangkaian perlakuan itu membuat ABH merasa marah dan tertekan. Dari situlah, menurut polisi, muncul keputusan untuk melakukan aksi peledakan di lingkungan sekolah.

“ABH melakukan tindakan tersebut sebagai balasan atas perlakuan buruk yang dia terima dari sejumlah teman,” ujar Budi, merujuk pada hasil pendalaman penyidik. Polisi menilai, pengalaman sosial yang berulang selama masa sekolah menjadi latar belakang yang tak bisa dilepaskan dari peristiwa tersebut.

Berkas Sudah Dilimpahkan ke Jaksa

Di sisi lain, Polda Metro Jaya telah melimpahkan berkas perkara kasus itu ke kejaksaan. Saat ini, penyidik masih menunggu petunjuk lanjutan dari jaksa sebelum proses hukum berikutnya dijalankan.

Budi juga menyampaikan bahwa kondisi ABH saat ini dalam keadaan baik dan masih berada di Rumah Aman. Sementara itu, ibu ABH telah dimintai keterangan melalui zoom meeting atau telekonferensi jarak jauh.

Kasus yang Menyita Perhatian Publik

Peristiwa di SMAN 72 Jakarta itu langsung menyedot perhatian publik karena terjadi di lingkungan sekolah dan melibatkan pelajar. Hingga kini, polisi masih menempatkan penanganan perkara ini dalam koridor hukum anak, sembari menelusuri rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi ledakan tersebut.

Source link

Berita Terbaru