Pendakian Gunung Slamet resmi ditutup mulai Minggu (5/4) karena peningkatan suhu kawah yang dinilai signifikan dan berpotensi memicu erupsi. Supervisor Site Gunung Slamet, Sugeng Utomo, mengatakan penutupan dilakukan demi keselamatan para pendaki di seluruh akses pendakian Gunung Slamet, termasuk jalur via Kaliwadas yang sebelumnya masih dibuka. Sebelum penutupan, ada pendaki yang sudah mencapai Pos 5, namun, dengan perluasan radius aman hingga tiga kilometer dari kawah, seluruh aktivitas pendakian dihentikan.
Meskipun Gunung Slamet masih berada pada Level II atau waspada, lonjakan suhu kawah terjadi secara signifikan, mencapai 411,2 derajat Celsius pada 3 April dan meningkat menjadi 464 derajat Celsius pada 4 April. Pengelola masih menunggu perkembangan lanjutan sebelum memutuskan membuka kembali jalur pendakian. Masyarakat diimbau untuk menunda rencana pendakian dan tidak mencoba jalur alternatif yang tidak resmi. Demi keamanan, penutupan pendakian Gunung Slamet merupakan langkah yang diambil untuk mencegah potensi bahaya erupsi.
