Baznas Meluncurkan Program Santripreneur Klaster Fesyen 2026
Santri tidak cukup hanya dibekali ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk menghadapi kehidupan nyata di masyarakat. Karena itu mereka perlu memiliki keterampilan dan keahlian yang dapat menjadi bekal kemandirian.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI telah meluncurkan Program Santripreneur Klaster Fesyen 2026 dengan tema “Brand Santri Mengguncang Industri” sebagai langkah untuk mendorong kemandirian ekonomi dan kreativitas santri melalui pengembangan usaha fesyen.
Mencetak Wirausaha Muda Santri yang Berdaya Saing
Pimpinan Baznas RI Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi, Syarifuddin, menjelaskan bahwa program Santripreneur merupakan upaya Baznas untuk mencetak wirausaha muda dari kalangan santri yang berdaya saing, inovatif, dan mampu menciptakan lapangan kerja berbasis nilai-nilai keislaman.
Program ini telah berjalan selama tiga tahun dan terus dikembangkan oleh Baznas karena memberikan dampak positif terhadap penguatan ekonomi santri. Penguatan kewirausahaan bagi santri menjadi penting dalam mendukung dakwah sekaligus membangun kesejahteraan ekonomi umat.
Potensi Pesantren Sebagai Segmen Strategis
Syarifuddin menyoroti besarnya potensi pesantren di Indonesia, yang mencapai sekitar 42,391 pesantren dengan jumlah santri mencapai 2,5 juta orang. Pesantren dianggap sebagai segmen strategis dalam program pemberdayaan zakat produktif yang dilakukan oleh Baznas.
Baznas tidak dapat berjalan sendiri dalam mengembangkan program pemberdayaan santri. Oleh karena itu, Baznas terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pelaku industri fesyen, untuk menjadikan zakat lebih produktif.
Program Santripreneur telah melahirkan ribuan startup entrepreneur dari kalangan santri di berbagai daerah melalui sejumlah klaster usaha. Peserta program akan melalui proses seleksi bertahap dan peserta terbaik akan mendapatkan bantuan modal usaha serta pendampingan selama minimal enam bulan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Pendaftaran kegiatan ini dibuka mulai 17 Mei hingga 22 Juni 2026 melalui situs santripreneurbaznas.id.
