14.8 C
Munich

Tata Kelola Air Terintegrasi: Solusi Kekeringan dan Banjir

Harus dibaca

DPRD Pangandaran Prioritaskan Strategi Tata Kelola Air Terintegrasi

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran tengah fokus pada penyusunan strategi jangka panjang untuk mengatasi krisis air yang terjadi secara berulang.

Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan iklim setiap tahun, seperti kekurangan air selama musim kemarau dan potensi banjir saat musim hujan tiba.

Pendekatan Sistematis untuk Krisis Air

Ketua DPRD Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, menegaskan komitmen ini setelah melakukan rapat koordinasi internal dengan Pemerintah Daerah dan para camat di wilayah tersebut.

Rapat tersebut bertujuan untuk menghasilkan strategi yang lebih efektif dalam mengatasi permasalahan ketersediaan air di daerah tersebut.

Asep menjelaskan bahwa fokus utama dari rapat koordinasi tersebut adalah untuk menyempurnakan proposal program yang akan diajukan ke pemerintah provinsi dan pusat.

Hal ini dianggap penting agar rencana yang diajukan dapat lebih matang dan berkelanjutan.

Implementasi Tata Kelola Air yang Komprehensif

Menurut Asep, penanganan masalah air di Pangandaran harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. Langkah-langkah seperti normalisasi sungai saja dianggap tidak cukup.

DPRD mendorong penyusunan masterplan tata kelola air yang melibatkan berbagai aspek, mulai dari wilayah resapan air hingga pengelolaan limbah cair.

Saat ini, sektor pertanian lokal di Pangandaran sudah mulai merasakan dampak dari kelangkaan air. Lebih dari 20 persen lahan pertanian di daerah tersebut mengalami krisis pasokan air.

Meskipun masih dalam fase panen, pihak terkait sudah mempersiapkan langkah-langkah untuk menghadapi masalah tersebut pada musim tanam berikutnya.

Dengan variasi tipe lahan pertanian yang beragam di Pangandaran, penanganan yang tepat dan terukur menjadi kunci dalam mengatasi krisis air yang terus menerus di daerah tersebut.

Jumlah views: 91

Source link

Berita Terbaru