Kemdiktisaintek dan I4 Kolaborasi untuk Penguatan Peran Ilmuwan Diaspora Indonesia dalam Riset dan Pendidikan Tinggi
Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bekerja sama dengan Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4) untuk mendorong penguatan peran ilmuwan diaspora Indonesia dalam ekosistem riset dan pendidikan tinggi nasional. Langkah ini diambil melalui kolaborasi terstruktur dengan perguruan tinggi di Indonesia.
Peluang Kolaborasi Antar Ilmuwan Diaspora Indonesia dan Perguruan Tinggi di Indonesia
Menteri Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, menyatakan bahwa terdapat peluang besar untuk mengoptimalkan kepakaran, jejaring, dan pengalaman internasional ilmuwan Indonesia di luar negeri. Tujuannya adalah agar kontribusi mereka dapat lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi, riset, dan inovasi di Indonesia.
Salah satu peluang kolaborasi yang ditawarkan adalah pengembangan skema terstruktur yang memungkinkan ilmuwan diaspora Indonesia untuk terlibat langsung dalam kegiatan akademik, pengajaran, dan riset di perguruan tinggi atau lembaga riset di Indonesia. Selain itu, skema double affiliation memungkinkan peneliti atau akademisi Indonesia di luar negeri untuk terikat secara institusional pada perguruan tinggi atau lembaga riset di Indonesia sekaligus di negara tempat mereka bekerja.
Pengembangan Kolaborasi Berdasarkan Bidang Keahlian dan Kebutuhan Strategis
Hendro Wicaksono, Ketua Umum I4, menyatakan bahwa rencana pengembangan skema kolaborasi yang lebih terstruktur ini akan melibatkan diaspora berdasarkan bidang keahlian dan kebutuhan strategis. Bidang keahlian yang akan difokuskan antara lain kecerdasan buatan (AI), ilmu kesehatan dan kehidupan, teknologi dan material, bisnis, serta ilmu sosial dan kebijakan.
I4 bertujuan menjadi jembatan yang menghubungkan diaspora ilmuwan Indonesia dengan ekosistem riset nasional. Melalui program-program kolaborasi ini, diharapkan kontribusi diaspora dapat berlangsung lebih berkelanjutan dan mendukung peningkatan kualitas riset dan publikasi ilmiah Indonesia.
Keterlibatan diaspora yang memiliki pengalaman luas di institusi riset dan perguruan tinggi dunia diharapkan dapat memperkuat jejaring penelitian, membangun kelompok riset, serta membuka akses kolaborasi internasional bagi peneliti dan mahasiswa di Indonesia.
Sumber: ANTARA
