14.8 C
Munich

Manfaat dan Risiko Minum Urine di Laut

Harus dibaca

Esau Sidemo, Nelayan yang Bertahan Hidup di Laut Selama 26 Hari

Jakarta, CNN Indonesia — Kisah inspiratif seorang nelayan bernama Esau Sidemo, asal Desa Bido, Ternate, Maluku Utara, mencuat ke permukaan. Esau berhasil bertahan hidup selama 26 hari di tengah laut setelah perahunya mati mesin pada 7 Juli lalu. Peristiwa ini membawa ingatan pada adegan film terkenal di mana seseorang terdampar dan harus minum urine sendiri untuk bertahan hidup.

Bertahan dengan Sumber Daya Minim di Tengah Laut

Esau mengungkapkan bahwa selama di tengah laut, dia hanya membawa satu liter air mineral tanpa persediaan makanan. Namun, dengan kecerdasan dan ketekunan, dia mampu bertahan hidup dengan memakan kelapa, ikan, dan burung yang tersedia. Ketahanan Esau dalam kondisi yang sulit ini patut diapresiasi.

Meskipun sempat minum air laut dan urinenya sendiri, tindakan tersebut sebenarnya menimbulkan pertanyaan tentang dampaknya pada tubuh manusia. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi ketika seseorang meminum urine?

Urine Bukan Pilihan Terbaik dalam Kondisi Darurat

Urine tampaknya mengandung sebagian besar air, namun sebenarnya urine juga mengandung berbagai zat seperti urea, kreatinin, elektrolit, dan produk sisa metabolisme. Ketika seseorang minum urine, tubuh kembali menerima zat-zat yang sebelumnya sudah dikeluarkan oleh ginjal.

Dehidrasi dapat membuat urine lebih pekat, sehingga meminum urine dapat memicu kondisi osmotic diuresis yang menyebabkan tubuh kehilangan lebih banyak air melalui urine. Contoh kasus seorang pria yang minum urinenya sendiri selama lima hari tanpa akses pada makanan dan air menunjukkan dampak yang serius, seperti dehidrasi berat, hipernatremia, dan cedera ginjal akut.

Air Laut Bukan Solusi

Sebagian orang mungkin berpikir bahwa air laut juga bisa menjadi alternatif dalam kondisi darurat untuk mengatasi rasa haus. Namun, air laut memiliki kadar garam yang tinggi sehingga dapat memperparah dehidrasi. Ginjal tidak mampu membuang semua garam yang terkandung dalam air laut tanpa mengorbankan cairan tubuh.

Meskipun meminum urine dalam jumlah kecil tidak akan langsung membahayakan, konsumsi urine sebaiknya dihindari karena mengandung produk sisa metabolisme dan bakteri. Lebih buruk lagi jika seseorang sengaja minum urine berulang kali, terutama dalam kondisi dehidrasi.

Dengan semua risiko tersebut, penting bagi seseorang yang terjebak di laut atau dalam situasi darurat untuk mencari sumber air yang aman dan tidak membahayakan kesehatan tubuh.

Source link

Berita Terbaru