8.9 C
Munich

Kementan Mendorong Transisi Peternakan Ayam Bebas Sangkar: Langkah Menuju Berkelanjutan

Harus dibaca






Kementan Dorong Transisi Peternakan Ayam Bebas Sangkar

Kementan Dorong Transisi Peternakan Ayam Bebas Sangkar Demi Kesejahteraan Hewan

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong peralihan sistem pemeliharaan ayam petelur dari kandang baterai ke sistem bebas sangkar atau cage free demi kesejahteraan hewan dan keamanan pangan. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi resistensi antimikroba akibat penggunaan antibiotik berlebih pada peternakan intensif yang menjadi ancaman serius.

Sistem Pemeliharaan Cage Free untuk Kesejahteraan Hewan

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Wirata, menyatakan bahwa resistensi antimikroba merupakan ancaman serius yang perlu segera diatasi. Menurutnya, jika tidak ada antisipasi, resistensi antimikroba dapat menjadi momok di tahun 2050.

Di sistem kandang baterai, ayam petelur tidak memiliki ruang gerak yang memadai. Ayam hanya memiliki sekitar 450 sentimeter persegi ruang gerak, lebih kecil dari selembar kertas A4. Hal ini mengakibatkan ayam tidak dapat melakukan aktivitas alami seperti mengepakkan sayap, bertengger, maupun bersarang. Kajian dari European Food Safety Authority (EFSA) pada 2019 menunjukkan bahwa prevalensi Salmonella pada telur dari sistem kandang baterai 25 persen lebih tinggi dibandingkan dengan sistem bebas sangkar.

Penerapan Sistem Bebas Sangkar di Indonesia

Penerapan sistem bebas sangkar telah dimulai di beberapa daerah di Indonesia, seperti Jawa Barat dan Bali. Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32 Tahun 2025 sebagai dasar penerapan kesejahteraan hewan dalam pemeliharaan unggas. Peternak dari PT Inti Prima Satwa Sejahtera, Roby Gandawijaya, mengungkapkan bahwa sistem bebas sangkar kini lebih mudah diterapkan dengan adanya training center di Yogyakarta.

Penerapan prinsip lima kebebasan hewan, termasuk ayam petelur, dalam pemeliharaan unggas menjadi landasan utama dalam peralihan ke sistem bebas sangkar. Kebebasan tersebut meliputi kebebasan dari lapar, haus, sakit, stres, hingga kebebasan untuk mengekspresikan perilaku alaminya.

Sebagai langkah preventif, peralihan ke sistem pemeliharaan ayam petelur bebas sangkar menjadi prioritas utama untuk memastikan kesejahteraan hewan. Semoga dengan adanya sistem ini, masalah resistensi antimikroba dapat dicegah dan keamanan pangan terjaga dengan baik.


Source link

Berita Terbaru