Jalanan tanpa sampah bukan satu-satunya ukuran kebersihan kota. Kualitas udara dan air, pengelolaan limbah, ketersediaan transportasi publik, perlindungan ruang hijau, serta kebijakan menekan emisi juga menentukan kualitas lingkungan perkotaan.
Berdasarkan kombinasi indikator kebersihan, keberlanjutan, layanan publik, dan pengakuan internasional dalam beberapa tahun terakhir, How Stuff Works merangkum 10 kota yang dikenal paling bersih di dunia. Daftar tersebut mencakup kota berpenduduk padat hingga kawasan pesisir yang konsisten menjaga lingkungan.
Kopenhagen, Singapura, dan Zurich
Kopenhagen menempati urutan pertama berkat komitmen kuat terhadap keberlanjutan. Ibu kota Denmark itu memperoleh pengakuan dari Mercer Eco-City karena menerapkan pengelolaan sampah yang efisien dan aturan lingkungan ketat. Kota tersebut juga menargetkan terbebas dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil pada 2050.
Singapura berada di posisi kedua. Negara kota tetangga Indonesia ini memadukan perencanaan perkotaan modern dengan penegakan aturan kebersihan secara ketat. Pada 2026, lembaga City Buddy bahkan menempatkan Singapura sebagai kota terbersih di dunia, didukung efisiensi pemrosesan sampah dan tingginya kesadaran masyarakat.
Urutan berikutnya ditempati Zurich, Swiss. Kebersihan kota ditopang sistem pengumpulan sampah yang teratur, dengan pengelolaan melalui daur ulang dan pembakaran terorganisasi. Zurich juga memiliki kualitas air minum yang baik serta jaringan transportasi umum terintegrasi.
Kebijakan transportasi dan perlindungan lingkungan
Helsinki berada di posisi keempat dengan tata kota berkelanjutan sebagai agenda jangka panjang. Ibu kota Finlandia itu menargetkan pengurangan emisi lalu lintas sebesar 69 persen pada 2035. Upayanya meliputi perluasan jalur pejalan kaki, pembangunan infrastruktur sepeda, dan perlindungan kawasan alam.
Oslo menyusul sebagai contoh transisi menuju transportasi yang lebih bersih. Tingginya penggunaan kendaraan listrik di Norwegia membantu menekan polusi udara dan emisi gas rumah kaca secara signifikan di ibu kota tersebut.
Dari Australia, Sydney menjaga kualitas udaranya dengan dukungan angin laut dan kebijakan perlindungan lingkungan. Pemerintah setempat secara konsisten menyediakan anggaran untuk merawat pantai dan ruang terbuka hijau.
Honolulu juga dikenal memiliki salah satu kualitas udara terbaik di Amerika Serikat karena tingkat polutannya rendah. Kota di Hawaii ini menargetkan pemangkasan emisi gas rumah kaca hingga 80 persen pada 2045 sebagai bagian dari perlindungan ekosistem pesisir.
Ruang hijau, air bersih, dan kedisiplinan warga
Dublin menempati urutan kedelapan. Ibu kota Irlandia tersebut memiliki ruang terbuka hijau yang luas di tengah kawasan perkotaan dan area publik yang terawat. Berbagai program keberlanjutan terus dikembangkan untuk mempertahankan kualitas udara dan tata kota di tengah mobilitas yang padat.
Calgary mencatatkan nilai tinggi dalam pengelolaan air minum, pemrosesan sampah, serta pemeliharaan ruang publik. Kebersihan lingkungannya turut didukung minimnya industri berat dan lokasi kota yang dekat dengan Pegunungan Rocky.
Tokyo melengkapi daftar ini sekaligus memperlihatkan bahwa megapolitan berkepadatan tinggi tetap dapat mempertahankan kebersihan. Di ibu kota Jepang tersebut, kedisiplinan memilah sampah dan tanggung jawab warga dalam menjaga fasilitas umum menjadi unsur utama pengelolaan lingkungan kota.
