Tekanan dari pekerjaan yang monoton, tugas menumpuk, dan paparan berita negatif dapat membuat pikiran terus bekerja hingga sulit beristirahat. Salah satu cara yang bisa dicoba untuk meredakannya adalah memilih hobi yang mampu menyerap perhatian dan memberi ruang sejenak dari sumber stres.
Terapis seni dan psikoterapis Emily Davenport menyarankan aktivitas yang membuat seseorang benar-benar larut di dalamnya. “Saat Anda larut dalam suatu aktivitas, fokus perlahan beralih dari sumber stres dan pikiran yang terus-menerus bekerja pun menjadi lebih tenang,” kata Davenport, seperti dikutip Martha Stewart.
Hobi tersebut tidak harus dilakukan dengan sempurna. Hal terpenting adalah prosesnya dapat membantu memusatkan perhatian, melibatkan indra, atau menghadirkan ritme yang menenangkan. Berikut tujuh kegiatan yang dapat dipertimbangkan.
Permainan dan aktivitas yang melatih fokus
1. Mahjong
Mahjong belakangan banyak dimainkan, bahkan sejumlah komunitas menyediakan guru atau laoshi bagi pemula. Terapis Lara Allen mengakui permainan ini dapat terasa berat pada awalnya karena pemain harus memahami aturan dan strategi.
“Namun, begitu Anda memahami alurnya, permainan ini menjadi sangat memikat dan membuat Anda larut di dalamnya. Permainan ini menuntut fokus, kemampuan mengenali pola, dan kehadiran penuh, yang mengalihkan perhatian Anda dari berbagai sumber stres,” ujar Allen.
Selain mengasah konsentrasi, mahjong membuka kesempatan untuk bersosialisasi dan menikmati permainan bersama orang lain. Perpaduan fokus dan interaksi tersebut dapat memberi efek menenangkan sekaligus menyegarkan pikiran.
2. Kaligrafi
Kaligrafi menuntut kesabaran, ketelitian, dan perhatian pada setiap goresan. Keinginan menghasilkan tulisan sempurna mungkin sempat menimbulkan tekanan bagi pemula. Namun, gerakan tangan yang perlahan dan konsentrasi pada bentuk huruf dapat berkembang menjadi semacam meditasi dalam gerak.
3. Memainkan alat musik
Mendengarkan musik sudah dapat menjadi kegiatan yang menyenangkan, tetapi memainkan instrumen disebut mampu memberikan efek pereda stres yang lebih kuat. Aktivitas ini membuat perhatian tertuju pada bunyi, ritme, serta gerakan yang dibutuhkan untuk memainkan alat musik.
Kegiatan kreatif yang melibatkan tangan
4. Membuat roti sourdough
Tren membuat roti sendiri berkembang setelah kebiasaan menyeduh kopi di rumah, diikuti kemunculan berbagai lokakarya singkat, termasuk kelas membuat sourdough. Prosesnya memang cukup rumit karena melibatkan perawatan biang atau starter, pengaturan waktu, tingkat hidrasi, dan teknik pengolahan adonan.
Menurut Allen, proses tersebut akan terasa lebih ritmis setelah seseorang semakin percaya diri. “Bekerja dengan tangan, memperhatikan tekstur dan aroma, serta mengikuti tempo alami pembuatan roti akan melibatkan indra dan menciptakan rasa pencapaian yang kuat,” katanya.
5. Menggambar, melukis, dan mewarnai
Menggambar dapat menjadi sarana untuk mengolah emosi, mengalihkan pikiran, dan mengelola stres, sekaligus menghasilkan karya yang personal. Melukis menawarkan manfaat serupa melalui penggunaan media yang berbeda.
Mewarnai juga bukan hanya aktivitas untuk anak-anak. Buku mewarnai bagi orang dewasa kini hadir dengan pola yang lebih kompleks sehingga membutuhkan fokus lebih besar dan dapat menjadi kegiatan pereda stres yang menyenangkan.
6. Merajut
Gerakan berulang dalam merajut dapat membantu seseorang tenggelam dalam aktivitas dan mempertahankan fokus, sebagaimana dilansir Very Well Health. Selain menghadirkan ketenangan, hasil rajutan juga dapat dimanfaatkan sebagai karya pribadi maupun hadiah.
Menyimpan kenangan melalui scrapbooking
7. Scrapbooking
Bagi orang yang menyukai kegiatan menulis, scrapbooking menawarkan perpaduan antara seni dan pembuatan jurnal yang lebih personal. Berbeda dari jurnal biasa, lembar scrapbook dapat diisi dengan foto, tiket, bukti perjalanan, atau benda lain yang berkaitan dengan pengalaman yang ingin diceritakan.
