11.9 C
Munich

7 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Skin Barrier

Harus dibaca

Lapisan pelindung kulit atau skin barrier bukan sekadar bagian terluar wajah. Lapisan ini membantu melindungi tubuh dari faktor eksternal, menjaga kelembapan, serta mencegah air di dalam tubuh keluar dan menguap. Karena itu, kebiasaan perawatan yang dilakukan setiap hari dapat memengaruhi kondisi kulit, terutama jika dilakukan secara berlebihan.

Dikutip dari Healthline dan Cleveland Clinic, gangguan pada skin barrier dapat dipicu oleh berbagai tindakan yang umum dilakukan dalam rutinitas perawatan kulit. Beberapa di antaranya bahkan berkaitan dengan cara membersihkan wajah dan menjaga kelembapan.

Kebiasaan saat membersihkan dan merawat kulit

Mencuci wajah terlalu sering atau overwashing dapat mengganggu keseimbangan lipid pada lapisan kulit. Akibatnya, kulit lebih berisiko menjadi kering dan mengalami iritasi. Salah satu tanda yang dapat dirasakan adalah wajah terasa kencang atau tertarik setelah dicuci. Jika sensasi itu berulang, kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa lapisan pelindung kulit mulai terganggu.

Eksfoliasi juga perlu dilakukan secara hati-hati. Proses ini memang membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi frekuensi yang terlalu sering justru dapat menyebabkan iritasi dan membuat kulit lebih sensitif. Dampak serupa dapat muncul akibat kebiasaan menggosok atau scrubbing kulit secara berlebihan. Tekanan dan gesekan pada permukaan kulit dapat merusak skin barrier, sehingga kulit menjadi lebih mudah mengalami iritasi.

Jenis bahan yang digunakan saat membersihkan kulit turut berpengaruh. Sabun yang bersifat alkali maupun bahan kimia yang terlalu keras dapat mengganggu lapisan pelindung kulit. Ketika perlindungan tersebut menurun, kulit menjadi lebih rentan mengalami masalah.

Kebiasaan lain yang perlu diperhatikan adalah tidak menggunakan pelembap. Menjaga kelembapan merupakan salah satu fungsi penting skin barrier. Jika kulit tidak memperoleh kelembapan yang cukup, fungsi lapisan pelindung itu dapat ikut terganggu.

Pengaruh paparan matahari dan lingkungan

Selain rutinitas perawatan, kulit juga terus berhadapan dengan kondisi lingkungan. Paparan sinar matahari yang terlalu banyak dapat memengaruhi kondisi skin barrier. Oleh sebab itu, perlindungan kulit dari paparan sinar matahari menjadi bagian penting dalam menjaga lapisan pelindung tersebut.

Lingkungan dengan tingkat kelembapan yang terlalu rendah maupun terlalu tinggi juga dapat memberikan tekanan pada skin barrier. Pengaruh lain datang dari polusi, alergen, dan iritan yang berada di sekitar. Dengan kata lain, kondisi lapisan pelindung kulit tidak hanya ditentukan oleh produk yang digunakan, tetapi juga oleh lingkungan tempat seseorang beraktivitas.

Menjaga skin barrier berarti memperhatikan keseimbangan dalam merawat kulit: tidak berlebihan saat mencuci, mengeksfoliasi, atau menggosok permukaan kulit, memilih bahan yang tidak terlalu keras, serta memastikan kulit tetap lembap dan terlindungi dari paparan lingkungan yang dapat mengganggunya.

Source link

Berita Terbaru