11.9 C
Munich

Dewan Pers Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis Hilang Kontak

Harus dibaca

Doa bersama dan aksi solidaritas digelar di Hall Dewan Pers, Jakarta, Senin (21/9/2026), untuk mendoakan lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Mereka terakhir diketahui sedang meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi keluarga dan insan pers untuk memohon pertolongan serta mukjizat bagi para jurnalis dan awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Doa dipanjatkan di tengah penantian keluarga setelah kapal cepat yang mereka tumpangi kehilangan kontak.

Keluarga hadir dalam doa bersama

Istri jurnalis iNews Yudistiro Pranoto, Rodiah Nasution, menghadiri kegiatan itu bersama anaknya, Kenzie Hafizan Pranoto. Rodiah tampak mengikuti doa bersama dan kemudian disalami Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat seusai kegiatan.

Istri jurnalis lepas Donal Husni, Aning, juga hadir dalam agenda solidaritas tersebut. Kehadiran keluarga para jurnalis menjadi bagian penting dalam kegiatan yang digelar untuk menyampaikan dukungan sekaligus memanjatkan doa bagi seluruh penumpang KM Arupadatu I.

Selain keluarga, kegiatan diikuti jajaran Dewan Pers. Komaruddin Hidayat menyampaikan refleksi dalam acara itu. Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Dewan Pers Maha Eka Swasta juga menyampaikan refleksi di hadapan peserta.

Hilang kontak saat meliput Gunung Anak Krakatau

Lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut berada di KM Arupadatu I ketika kapal itu digunakan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di wilayah perairan Selat Sunda. Kontak dengan kapal dilaporkan hilang pada 7 September 2026.

Informasi mengenai peristiwa itu menjadi dasar pelaksanaan doa bersama dan aksi solidaritas di Dewan Pers. Agenda tersebut tidak hanya diisi dengan doa, tetapi juga refleksi dari pimpinan lembaga pers serta kebersamaan dengan keluarga jurnalis yang menunggu kabar.

Rodiah dan Aning mengikuti rangkaian doa dengan didampingi keluarga masing-masing. Suasana kegiatan berlangsung dalam nuansa duka dan harapan, sementara doa ditujukan bagi keselamatan lima jurnalis serta tiga awak kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di Selat Sunda.

Hingga kegiatan solidaritas berlangsung pada Senin, 21 September 2026, keberadaan mereka masih menjadi perhatian keluarga dan komunitas pers. Dewan Pers menggelar doa tersebut sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan dan mukjizat bagi seluruh penumpang kapal.

Source link

Berita Terbaru