Liburan tidak lagi selalu berarti mengejar sebanyak mungkin tempat wisata dalam waktu singkat. Sebagian wisatawan kini justru memilih perjalanan yang memberi ruang untuk tidur lebih lama, mengurangi aktivitas, dan memulihkan kondisi tubuh. Tren ini dikenal sebagai sleep tourism, yakni perjalanan yang dirancang dengan tujuan utama memperoleh waktu istirahat serta kualitas tidur yang lebih baik.
Melansir PR Newswire, perubahan tersebut didorong oleh kelelahan, kurang tidur, dan meningkatnya perhatian terhadap gaya hidup wellness. Dalam pola perjalanan ini, suasana destinasi, tingkat kebisingan, pencahayaan malam, hingga karakter akomodasi menjadi pertimbangan penting.
Andrew Smith, Senior Vice President, Supply di Agoda, mengatakan sleep tourism mencerminkan perubahan dalam wisata kebugaran dan kesejahteraan. Wisatawan tidak lagi hanya menilai seberapa banyak kegiatan yang dapat dilakukan selama berlibur, tetapi juga seberapa baik mereka bisa beristirahat.
Destinasi dengan suasana tenang
Agoda merekomendasikan enam destinasi di Asia yang dinilai mendukung kebutuhan tersebut. Pilihan itu mencakup kawasan pemandian air panas, dataran tinggi, hingga pulau dengan polusi cahaya yang relatif rendah.
1. Kinosaki Onsen, Jepang
Kinosaki dikenal sebagai kawasan onsen dengan tujuh pemandian umum dan jalanan bebas kendaraan. Pencahayaan lembut serta suasana yang tenang membuat kawasan ini sesuai bagi wisatawan yang ingin memperlambat ritme perjalanan.
Pemandian dengan air kaya mineral telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat selama berabad-abad. Setelah berendam, pengunjung dapat berjalan santai di sepanjang kanal yang dihiasi pepohonan willow.
2. Khao Yai, Thailand
Berada di dataran tinggi dan dekat dengan taman nasional, Khao Yai menawarkan udara serta suasana yang lebih sejuk dan tenang dibandingkan kawasan wisata wellness di pesisir Thailand. Lingkungan hutan dan langit malam yang relatif gelap menjadi daya tarik bagi wisatawan yang mencari ketenangan.
Sejumlah penginapan di kawasan ini menyediakan vila di sekitar hutan dan area untuk menikmati pemandangan bintang. Khao Yai juga dapat dijangkau sekitar dua jam dari Bangkok, sehingga cocok untuk perjalanan singkat.
3. Sumba, Indonesia
Sumba menjadi pilihan bagi wisatawan yang menginginkan suasana lebih sepi dibandingkan Bali. Pulau ini memiliki langit malam yang relatif gelap dan sejumlah penginapan menghadap laut yang mengutamakan ketenangan, bukan kehidupan malam. Minimnya polusi cahaya membuat suasana malam di Sumba terasa lebih alami.
Pilihan lain di Asia
4. Damyang, Korea Selatan
Damyang menawarkan suasana yang lebih sunyi dibandingkan kepadatan Seoul. Kawasan hutan bambu, jalur forest bathing, serta penginapan di tepi sungai menjadi bagian dari pengalaman healing yang populer dalam wisata wellness Korea Selatan.
5. Ba Be Lake, Vietnam
Danau yang berada di dataran tinggi Vietnam bagian utara ini dikelilingi pegunungan kapur. Dibandingkan Sapa, Ba Be Lake lebih sepi, dengan tingkat polusi cahaya dan suara yang relatif rendah. Homestay serta eco-lodge di sekitarnya mengutamakan ketenangan agar pengunjung dapat menikmati suasana malam yang alami.
6. Alishan, Taiwan
Alishan berada di dataran tinggi dengan udara sejuk, hamparan awan, dan hutan cemara. Akomodasi di kawasan ini lebih menonjolkan suasana tenang daripada hiburan. Wisatawan dapat mencapainya menggunakan kereta dengan pemandangan indah atau berkendara dari Chiayi.
