11.9 C
Munich

Mulut Bau karena Jengkol? Ini Cara Cepat Menghilangkannya

Harus dibaca

Bau khas jengkol tidak selalu hilang hanya dengan menyikat gigi. Aroma tersebut dapat tertinggal di mulut dan napas setelah makan, sehingga mengganggu ketika harus berbicara dengan orang lain. Beberapa langkah sederhana dapat membantu menguranginya, meski tidak ada cara yang menjamin bau jengkol lenyap seketika.

Langkah membersihkan mulut setelah makan jengkol

Mulailah dengan menyikat gigi secara menyeluruh. Perhatian juga perlu diberikan pada permukaan lidah, terutama bagian belakang, karena area tersebut dapat menampung sisa makanan, sel yang terlepas, dan bakteri. Kombinasi sisa-sisa tersebut dapat berkontribusi terhadap terbentuknya senyawa sulfur penyebab bau mulut. Lidah dapat dibersihkan perlahan menggunakan sikat gigi atau pembersih lidah.

Sisa jengkol yang terselip di antara gigi juga tidak boleh diabaikan. Sikat gigi tidak selalu mampu menjangkau seluruh celah gigi, sehingga benang gigi atau pembersih interdental dapat digunakan untuk mengangkat sisa makanan yang tertinggal.

Setelah itu, minumlah air putih. Air membantu menjaga kelembapan mulut dan membilas sebagian sisa makanan di rongga mulut. Mulut yang kering dapat membuat bau napas lebih mudah muncul atau terasa semakin kuat. Tidak diperlukan minuman khusus karena air putih sudah cukup untuk membantu menjaga kondisi mulut tetap terhidrasi.

Obat kumur bisa digunakan sebagai pelengkap setelah menyikat gigi. Namun, efek setiap produk berbeda. Obat kumur kosmetik umumnya hanya menyegarkan napas dan menutupi bau untuk sementara. Sementara itu, produk dengan bahan aktif seperti cetylpyridinium chloride, zinc, atau bahan antimikroba tertentu dapat membantu mengurangi bakteri maupun senyawa yang berkontribusi terhadap bau mulut. Penggunaannya tetap tidak menggantikan sikat gigi dan pembersihan sela-sela gigi.

Alternatif saat tidak bisa langsung menyikat gigi

Jika sedang berada di luar rumah, permen karet bebas gula dapat menjadi pilihan sementara. Aktivitas mengunyah merangsang produksi air liur, yang membantu proses pembersihan alami di dalam mulut. Namun, permen karet hanya mengurangi atau menyamarkan bau untuk sementara. Aroma dari senyawa jengkol tetap membutuhkan waktu untuk berkurang.

Kopi dan rokok sebaiknya tidak dijadikan cara untuk mengatasi bau tersebut. Rokok dapat membuat mulut lebih kering, sedangkan kopi meninggalkan aroma kuat yang pada sebagian orang justru membuat napas semakin tidak sedap. Air putih dan kebersihan mulut merupakan pilihan yang lebih tepat setelah menyantap jengkol.

Mengapa bau tidak langsung hilang?

Aroma jengkol tidak semata-mata berasal dari makanan yang menempel di mulut. Jengkol mengandung senyawa sulfur yang berkontribusi terhadap bau khasnya. Setelah dikonsumsi, sebagian senyawa itu dapat berinteraksi dengan lingkungan di dalam rongga mulut. Karena itu, hasil yang lebih baik dapat diperoleh dengan menggabungkan beberapa langkah: menyikat gigi, membersihkan lidah dan sela-sela gigi, minum air putih, serta menggunakan obat kumur bila diperlukan.

Apabila bau mulut tetap bertahan setelah jengkol tidak lagi dikonsumsi dan kebersihan mulut sudah dijaga, penyebabnya mungkin bukan makanan tersebut. Bau mulut yang menetap dapat berkaitan dengan masalah gigi dan gusi, lapisan lidah, atau kondisi lain yang perlu diperiksa oleh dokter gigi.

Source link

Berita Terbaru