12.8 C
Munich

Kim Jong-un Dilaporkan 140 Kg, Ini Bahaya Obesitas Ekstrem

Harus dibaca

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dilaporkan memiliki berat badan lebih dari 140 kilogram dan masuk kategori obesitas ekstrem. Informasi itu disampaikan anggota parlemen Youn Kun-young dengan mengutip laporan terbaru Badan Intelijen Seoul.

Kondisi kesehatan Kim menjadi perhatian internasional karena ia memimpin negara bersenjata nuklir. Selain mengalami obesitas dalam waktu lama, Kim juga dikenal sebagai perokok berat. Perubahan signifikan pada kondisi kesehatannya, termasuk kemungkinan kematian, dinilai dapat berpengaruh terhadap stabilitas Korea Utara.

Laporan intelijen Seoul

Menurut Youn, kondisi Kim diklasifikasikan sebagai “obesitas ekstrem”. “Kondisi kesehatan Kim [Jong-un] diklasifikasikan sebagai obesitas ekstrem, dengan berat lebih dari 140 kilogram,” ujar Youn, seperti dikutip AFP.

Meski demikian, laporan tersebut menyebut Kim belum menunjukkan kesulitan berarti dalam menjalankan aktivitas fisik. Ia masih dilaporkan mampu melakukan kegiatan seperti menaiki tangga.

“Diperkirakan tidak ada tanda-tanda masalah kesehatan, mengingat pemantauan ketat oleh tim medisnya yang berdedikasi,” kata Youn.

Kim juga diketahui menyukai daging dan makanan mewah. Koki pribadinya pernah mengungkap preferensi tersebut pada 2019. “Dia suka kaviar, lobster, produk yang benar-benar mewah. Dia sangat suka memanjakan diri dalam hal kuliner,” ujar sang koki.

Risiko kesehatan akibat obesitas

Obesitas merupakan penyakit kronis kompleks yang ditandai penumpukan lemak berlebih di dalam tubuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, satu dari delapan orang di dunia mengalami obesitas pada 2022. Jumlah orang dewasa dengan obesitas secara global juga meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 1990.

WHO menjelaskan bahwa obesitas dapat muncul dari interaksi berbagai faktor, antara lain genetika, neurobiologi, perilaku makan, serta akses terhadap pola makan sehat. Dalam beberapa dekade terakhir, persoalan ini terus meluas seiring perubahan pola makan dan perilaku masyarakat.

Pada orang dewasa, obesitas didefinisikan sebagai indeks massa tubuh atau body mass index (BMI) di atas 30. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penumpukan lemak dapat memicu peradangan dan perubahan lain dalam tubuh.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, penyakit jantung, stroke, penyakit ginjal kronis, kanker, penyakit hati, serta gangguan kesehatan mental seperti depresi. Obesitas juga berkaitan dengan masalah persendian, termasuk osteoartritis, dan gangguan pernapasan seperti asma serta sleep apnea. Risiko kematian dini turut meningkat.

Source link

Berita Terbaru