Tahun 2026 menjadi waktu yang ramah di kantong bagi yang ingin menikmati keindahan bunga sakura di Jepang. Turunnya harga tiket pesawat, hotel, dan paket tur sekitar 10 hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ben Julius, Pendiri perusahaan perjalanan Tourist Japan, mengungkapkan bahwa penurunan harga terbesar terjadi di kota-kota favorit turis seperti Kyoto dan Osaka. Prediksi menunjukkan bahwa tren harga miring ini akan berlangsung hingga masa puncak sakura di bulan Maret dan April.
Beberapa faktor utama yang membuat liburan ke Jepang lebih terjangkau tahun ini salah satunya adalah nilai tukar mata uang yen yang rendah. Selain itu, masih banyak hotel populer yang memiliki ketersediaan kamar, sehingga harga menjadi lebih kompetitif. Anjloknya jumlah turis China juga menjadi faktor yang mempengaruhi harga, dimana China memangkas jadwal penerbangan ke Jepang hingga Maret mendatang.
Berdasarkan prediksi, suhu udara yang lebih hangat diperkirakan akan membuat sakura mekar lebih awal tahun ini. Destinasi alternatif mulai menjadi pilihan wisatawan untuk menghindari keramaian di jalur utama Jepang seperti Tokyo-Kyoto-Osaka. Beberapa destinasi yang mengalami lonjakan pemesanan adalah Okinawa, Hokkaido, Yamanashi, Fukuoka, dan Kumamoto. Penurunan harga paket tur juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang ingin menikmati musim sakura di Jepang tahun 2026.

