13.2 C
Munich

Rupiah Terkena Dampak Sentimen Risk-Off Akibat Ketidakpastian Timur Tengah

Harus dibaca

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengungkapkan bahwa nilai tukar rupiah masih terpengaruh oleh sentimen risk-off akibat ketidakpastian potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah. Hal ini disebabkan oleh respons Iran yang masih ditunggu oleh Gedung Putih sebelum memulai negosiasi perdamaian. Dampaknya membuat investor menafsirkan bahwa tingkat ketidakpastian terkait proses perdamaian masih tinggi.

Meskipun pada Jumat pagi, nilai tukar rupiah menguat 6 poin atau 0,03 persen menjadi Rp17.280 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.286 per dolar AS, namun masih terdapat ketidakpastian terkait perkembangan situasi antara Washington dan Teheran. Setelah gagal mencapai kesepakatan, AS memutuskan untuk memblokade kapal-kapal yang mencoba masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.

Di sisi lain, Iran menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan negosiasi demi mencapai perdamaian. Namun, mereka meragukan ketulusan dari pihak Amerika Serikat dalam proses negosiasi tersebut. Selain itu, rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) awal AS periode April 2026 menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika Serikat meskipun gejolak geopolitik masih berlangsung.

Dengan berbagai faktor tersebut, diprediksi bahwa nilai tukar rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.225-Rp17.350 per dolar AS. Sentimen global dan kemungkinan pembicaraan damai antara AS dan Iran akan terus mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupiah dalam beberapa waktu ke depan.

Source link

Berita Terbaru