13.2 C
Munich

Puslabfor: Usut Dugaan Medan Listrik Picu Mogok Taksi di Bekasi Timur

Harus dibaca

Puslabfor Dalami Kaitan Mesin Taksi Green SM dengan Perlintasan Rel Listrik

Kepolisian Daerah Metro Jaya melalui Kabid Humasnya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait berhentinya mesin taksi Green SM di perlintasan rel kereta listrik terkait kasus kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Hal ini disampaikan sebagai upaya untuk memahami apakah medan listrik dan magnet di sekitar rel kereta berperan dalam insiden tragis tersebut.

Pendalaman Soal Mesin Taksi Listrik dan Kecelakaan Kereta

Budi menjelaskan bahwa penyelidikan perlu dilakukan karena mesin taksi tersebut tiba-tiba beralih ke posisi parkir saat berada di atas rel. Hal ini memicu kekhawatiran apakah medan listrik dan magnet di sekitar lokasi berkontribusi terhadap kegagalan mesin tersebut. Selain itu, sopir taksi listrik yang terlibat dalam kecelakaan tersebut telah dinyatakan negatif mengonsumsi alkohol melalui tes urine.

Meskipun begitu, Budi menegaskan bahwa status sopir tersebut masih sebagai saksi dalam kasus tersebut. Sebelumnya, Budi juga mengungkapkan bahwa sopir taksi tersebut baru masuk kerja selama tiga hari sebelum terjadi kecelakaan. Dia juga hanya mendapatkan pelatihan singkat selama satu hari sebelum mulai bekerja, terutama terkait pengenalan fitur dasar mobil listrik.

Kecelakaan tersebut menyebabkan 16 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Insiden tersebut dipicu oleh mogoknya taksi Green SM di perlintasan rel akibat gangguan sistem kelistrikan, sehingga tertabrak oleh KRL yang sedang melintas.

Kondisi tersebut juga memicu terhentinya satu rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur, yang kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Polisi telah memeriksa sejumlah saksi terkait kecelakaan tersebut guna mengungkap penyebab insiden maut di Bekasi Timur.

Source link

Berita Terbaru