11.9 C
Munich

Kasus Influenza A Meningkat: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan

Harus dibaca

Lonjakan pasien infeksi Influenza A membuat rumah sakit di sejumlah daerah dilaporkan penuh dalam beberapa waktu terakhir. Meski kembali menjadi sorotan, Influenza A bukan virus baru. Virus ini termasuk kelompok influenza yang menyerang saluran pernapasan dan dapat menyebar secara musiman.

Influenza berbeda dari salesma atau flu biasa. Flu biasa umumnya disebabkan oleh rhinovirus dan dapat muncul kapan saja, sedangkan influenza lebih sering beredar pada periode tertentu. Sebagian besar infeksi influenza dapat pulih dengan sendirinya, tetapi pada kondisi tertentu penyakit ini bisa berkembang menjadi komplikasi serius.

Mengenal Influenza A dan cara penularannya

Virus influenza terbagi menjadi empat jenis, yakni Influenza A, B, C, dan D. Influenza A serta Influenza B paling sering menginfeksi manusia dan dapat memicu wabah musiman. Influenza C biasanya menimbulkan penyakit yang lebih ringan, sementara Influenza D lebih banyak menyerang hewan, termasuk sapi.

Mengutip informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, Influenza A (H1N1) yang banyak beredar saat ini merupakan keturunan virus yang menyebabkan pandemi pada 2009. Virus tersebut tetap bersirkulasi secara musiman dan mengalami perubahan genetik.

Penularan terjadi antarmanusia melalui kontak dengan cairan tubuh, seperti droplet dan air liur. Virus juga dapat berpindah melalui sentuhan langsung dengan benda yang telah terkontaminasi.

Setelah seseorang terpapar, Influenza A memiliki masa inkubasi sekitar satu hingga tiga hari. Pada tahap ini, gejala belum tentu terlihat, tetapi penularan kepada orang lain tetap dapat terjadi. Gejala kemudian muncul dalam rentang satu hingga tujuh hari setelah infeksi, dan pada umumnya mulai dirasakan sekitar hari ketiga setelah paparan.

Gejala dan tanda komplikasi yang perlu diwaspadai

Manifestasi Influenza A tidak selalu sama pada setiap orang. Usia, kondisi kesehatan yang mendasari, serta daya tahan tubuh dapat memengaruhi jenis dan tingkat keparahan gejala. Keluhan yang muncul bisa ringan hingga berat.

Gejala yang umum meliputi demam tinggi atau menggigil secara tiba-tiba, batuk yang biasanya kering, sakit tenggorokan, bersin, hidung tersumbat atau berair, kelelahan, sakit kepala, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, nyeri otot dan sendi, serta diare atau feses encer pada sebagian kasus.

Sejumlah tanda dapat mengindikasikan kondisi yang lebih berat. Di antaranya demam di atas 38 derajat Celsius yang bertahan lebih dari satu pekan, pneumonia, sesak napas, detak jantung cepat atau berdebar, tekanan darah rendah, gagal napas, dan kejang demam yang terutama perlu diwaspadai pada anak.

Dengan penanganan yang tepat, sebagian besar kasus Influenza A berangsur membaik dalam empat hingga tujuh hari. Namun, apabila kondisi tidak menunjukkan perbaikan setelah satu pekan, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk menilai kemungkinan komplikasi.

Source link

Berita Terbaru