Benjolan merah dan rasa gatal setelah anak digigit nyamuk umumnya merupakan reaksi sistem imun terhadap protein dalam air liur nyamuk. Reaksi itu bukan disebabkan oleh racun yang ditinggalkan nyamuk di kulit. Pada anak, bentol dapat tampak lebih besar dan bertahan lebih lama dibandingkan reaksi ringan pada umumnya.
Ketika nyamuk menggigit, air liurnya masuk ke lapisan kulit dan memicu respons kekebalan tubuh. Histamin menjadi salah satu zat yang berperan dalam proses tersebut. Mengutip jurnal Frontiers, histamin dapat melebarkan pembuluh darah sekaligus meningkatkan permeabilitasnya. Dampaknya, area gigitan berubah merah, membengkak, dan terasa gatal.
Reaksi tersebut bisa muncul segera setelah gigitan, tetapi pada beberapa anak baru terlihat beberapa jam kemudian. Besar-kecilnya bentol juga tidak selalu menjadi penentu tingkat bahayanya.
Langkah awal yang bisa dilakukan di rumah
Jika bentol dan gatal masih ringan, orang tua dapat mengompres area gigitan menggunakan kain bersih yang dibasahi air dingin. Cara ini membantu meredakan gatal, nyeri, dan pembengkakan. Kompres cukup ditempelkan selama beberapa menit. Es sebaiknya tidak langsung menyentuh kulit anak karena dapat menimbulkan iritasi.
Anak juga perlu dicegah agar tidak terus menggaruk. Garukan berulang bisa memperparah iritasi, menyebabkan luka, dan meningkatkan risiko infeksi pada kulit. Untuk mengurangi kemungkinan luka akibat garukan, kuku anak sebaiknya dipotong pendek, terutama bila jumlah gigitan cukup banyak atau bentol yang muncul berukuran besar.
Antihistamin dapat dipertimbangkan pada kondisi tertentu ketika rasa gatal mengganggu. Penelitian University of Tampere, Finlandia, terhadap anak berusia 2-11 tahun yang sensitif terhadap gigitan nyamuk menunjukkan bahwa loratadine, obat yang mengandung antihistamin, dapat mengurangi ukuran bentol sekitar 45 persen dan rasa gatal sekitar 78 persen pada pengukuran awal setelah paparan.
Penelitian tersebut juga menemukan bahwa obat itu mengurangi ukuran bekas gigitan yang masih tampak 24 jam kemudian. Namun, temuan itu tidak berarti semua anak yang digigit nyamuk perlu mengonsumsi antihistamin. Jenis dan dosis obat harus disesuaikan dengan usia, berat badan, serta sediaan yang digunakan. Penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk dokter atau apoteker.
Bentol besar tidak selalu menandakan alergi berat
Reaksi lokal yang besar setelah gigitan serangga dikenal sebagai large local reaction. Anak juga dapat mengalami papular urticaria, yakni reaksi hipersensitivitas terhadap gigitan serangga yang memicu banyak bentol dan dapat bertahan lebih lama. Kondisi tersebut cukup sering ditemukan pada anak.
Karena itu, bentol besar tidak otomatis menunjukkan infeksi atau alergi berat. Jika keluhan hanya berupa bentol dan kemerahan ringan, kompres dingin serta upaya mencegah garukan dapat menjadi langkah awal. Pemeriksaan dan pengobatan oleh tenaga kesehatan perlu dipertimbangkan apabila reaksi terasa mengganggu atau muncul tanda-tanda yang tidak biasa.
