Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mengerahkan 12 personel ke Kabupaten Solok untuk membantu menangani dampak banjir bandang yang menerjang kawasan Arosuka pada Senin malam, 21 September 2026. Tim tersebut ditugaskan mendukung penanganan darurat sekaligus proses pemulihan di wilayah terdampak.
Sekretaris BPBD Kota Padang Robert Chandra Eka Putra mengatakan pengerahan personel dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap daerah yang sedang menghadapi bencana. Menurut dia, tim dari Padang akan berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Solok serta unsur terkait lainnya selama menjalankan tugas di lapangan.
Personel disiapkan untuk kebutuhan darurat
Robert menjelaskan, 12 personel itu akan membantu berbagai kebutuhan penanganan sesuai kondisi dan situasi di lokasi bencana. Bentuk dukungan akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan serta hasil koordinasi bersama pihak-pihak yang terlibat dalam penanganan banjir bandang.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan tugas. Seluruh personel juga diminta bekerja secara terkoordinasi dengan unsur penanganan lainnya agar bantuan dapat diberikan secara aman dan efektif.
“Tugas dan prioritas utama ke lokasi adalah keselamatan masyarakat dan petugas, kami berharap kehadiran personel BPBD Padang dapat membantu mempercepat proses penanganan dan pemulihan,” kata Robert di Padang, Rabu.
Pengiriman tim BPBD Kota Padang dilakukan ketika Pemerintah Kabupaten Solok telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari. Status tersebut berlaku sejak 22 September 2026.
Banjir berdampak pada perkantoran dan warga
Banjir bandang yang menerjang Arosuka pada Senin malam menimbulkan dampak pada sejumlah fasilitas pemerintah. Data sementara mencatat sedikitnya 11 kantor dinas mengalami kerusakan cukup berat akibat bencana tersebut.
Selain merusak fasilitas perkantoran, bencana itu juga berdampak terhadap enam orang. Dari jumlah tersebut, satu orang ditemukan meninggal dunia, satu orang masih dalam pencarian, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.
Kondisi tersebut membuat penanganan di lokasi tidak hanya berfokus pada dampak kerusakan bangunan, tetapi juga pencarian korban dan penanganan warga yang terluka. Tim BPBD Kota Padang akan menjalankan dukungan tersebut bersama BPBD Kabupaten Solok dan unsur terkait selama masa tanggap darurat.
Robert kembali mengingatkan agar seluruh personel mengutamakan keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas. Ia berharap kehadiran tim tambahan dari Padang dapat memperkuat penanganan bencana dan membantu mempercepat pemulihan di Kabupaten Solok.
