Polisi menyelidiki dugaan penculikan dan perampasan kalung emas terhadap dua anak perempuan yang merupakan kakak-adik di kawasan Menceng, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, Rabu sore. Kedua anak tersebut telah ditemukan, tetapi diduga kehilangan kalung emas setelah dibawa oleh seorang perempuan yang belum dikenal keluarga.
Kedua anak ditemukan di lokasi berbeda
Paman korban, Melki, mengatakan peristiwa itu terjadi ketika ZI (10) dan CI (8) hendak berangkat les sekitar pukul 15.30 WIB. Jarak lokasi kejadian diperkirakan hanya 100 hingga 200 meter dari rumah mereka di kawasan Pelopor, Menceng.
Orang tua korban mulai menyadari kedua anak itu tidak ada setelah menemukan sepeda yang biasanya mereka gunakan berdua justru terparkir di depan rumah. Menurut Melki, keluarga menduga kedua anak tersebut dibawa dari sekitar rumah oleh seseorang.
“Biasanya kan naik sepeda berdua. Enggak tahunya, sepedanya itu ditaruh di depan rumah. Anaknya sudah enggak ada saat dicek. Sepertinya diambil sama orang itu (pelaku) di depan rumah,” ujar Melki saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
Keluarga kemudian mencari keduanya ke tempat les dan rumah saudara yang biasa menjadi lokasi belajar. Informasi mengenai hilangnya kedua anak itu juga disebarkan melalui grup warga RT.
Pencarian membuahkan hasil setelah warga mendapat kabar bahwa kedua korban ditemukan di kawasan Jalan Gombol Paya, arah menuju Bandara Soekarno-Hatta, sekitar pukul 17.00 hingga 17.30 WIB. Melki menyebut kakak dan adiknya ditemukan di tempat berbeda, tetapi masih berada di kawasan tersebut. Ia menduga pelaku menurunkan masing-masing anak di lokasi yang berlainan.
Polisi kumpulkan keterangan di lokasi awal
Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang mengatakan anggotanya telah mendatangi tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan informasi. Polisi bergerak setelah memperoleh informasi mengenai peristiwa tersebut dari media sosial, karena keluarga korban belum membuat laporan resmi.
“Masih belum ada laporan. Ini anggota baru ke TKP untuk kumpul bahan keterangan dulu,” kata Rihold melalui pesan singkat, Rabu.
Pemeriksaan sementara berfokus pada titik awal kedua anak diduga dibawa. Polisi menelusuri dari mana pelaku menaikkan atau membawa korban serta mencari kemungkinan adanya petunjuk lain di lokasi.
“Sambil cari dari mana naik dan ada atau tidak petunjuk lain. Mudah-mudahan ada petunjuk,” tutur Rihold.
Melki mengatakan dugaan penculikan muncul karena kalung emas yang dikenakan kedua korban hilang. Ia menduga kalung tersebut diambil oleh perempuan yang membawa mereka.
“Kalungnya itu dijambret dulu, dilepas dulu sama ibu-ibu itu. Beratnya sekitar lima gram,” ungkap Melki.
Perempuan yang diduga terlibat dalam kejadian itu disebut bukan orang yang dikenal keluarga. Meski sudah kembali kepada orang tua, kedua korban masih mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
