11.9 C
Munich

7 Manfaat Jagung untuk Pencernaan Sehat dan Kesehatan Mata

Harus dibaca

Jagung bukan sekadar bahan pangan yang mudah diolah. Biji-bijian ini menyediakan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang dapat mendukung sejumlah fungsi tubuh. Manfaatnya terutama diperoleh ketika jagung dikonsumsi dalam bentuk yang minim pengolahan.

Dikutip dari Healthline, jagung atau Zea mays merupakan salah satu jenis biji-bijian yang banyak dikonsumsi di berbagai negara. Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan kini dibudidayakan dalam beragam jenis serta warna, termasuk kuning, putih, merah, dan ungu.

Jagung dapat disantap langsung atau diolah menjadi popcorn, tepung, tortilla, minyak jagung, dan berbagai produk pangan lainnya. Namun, jagung yang belum banyak diproses umumnya memiliki kandungan serat dan nutrisi lebih tinggi dibandingkan produk olahannya.

Manfaat jagung untuk pencernaan dan mata

Salah satu keunggulan jagung berasal dari kandungan serat tidak larutnya. Serat ini tidak dicerna tubuh, tetapi membantu menambah volume feses sehingga proses pembuangan sisa pencernaan dapat berlangsung lebih lancar. Serat juga menjadi sumber makanan bagi bakteri baik di dalam usus yang berperan dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Jagung turut mengandung lutein dan zeaksantin, dua jenis antioksidan yang berkaitan dengan kesehatan mata. Selain itu, karotenoid dalam jagung dapat digunakan tubuh untuk membentuk vitamin A. Vitamin tersebut dibutuhkan untuk membantu menjaga fungsi retina, kornea, serta bagian pelindung mata.

Kandungan serat pada jagung juga dapat memperlambat pencernaan pati menjadi gula. Akibatnya, penyerapan gula ke dalam darah berlangsung lebih bertahap. Proses ini dapat membantu mencegah kenaikan kadar gula darah secara cepat.

Antioksidan, jantung, dan pola makan sehat

Karotenoid dalam jagung memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melawan peradangan di dalam tubuh. Jagung juga mengandung kalium, mineral yang berperan dalam menjaga tekanan darah dan membantu mengatur irama jantung. Karena itu, jagung dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Jenis jagung dengan warna lebih pekat mengandung antioksidan tertentu. Jagung ungu, misalnya, mengandung quercetin. Senyawa ini memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Jagung secara alami tidak mengandung gluten. Karakteristik ini membuatnya dapat dikonsumsi oleh orang yang perlu menghindari gluten, termasuk mereka yang memiliki penyakit celiac atau sensitivitas terhadap gluten.

Sebagai sumber biji-bijian utuh, jagung dapat dimasukkan ke dalam pola makan sehat. Konsumsi biji-bijian utuh dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah masalah kesehatan, antara lain penyakit jantung, kanker kolorektal, diabetes tipe 2, dan obesitas. Meski demikian, bentuk penyajian tetap memengaruhi nilai gizi jagung yang dikonsumsi.

Source link

Berita Terbaru