Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan negara-negara di kawasan Tanduk Afrika untuk menahan diri dan tidak mengambil langkah yang dapat memperburuk ketegangan. Seruan itu disampaikan pada Jumat (2/10), ketika kawasan tersebut menghadapi situasi yang dinilai memerlukan persatuan, dialog, dan kerja sama.
Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric mengatakan PBB mencermati peningkatan ketegangan di antara negara-negara Tanduk Afrika. Menurut dia, perkembangan itu berlangsung pada saat perdamaian dan stabilitas regional membutuhkan dukungan bersama dari negara-negara di kawasan.
PBB dorong penyelesaian melalui dialog
“PBB prihatin dengan meningkatnya ketegangan di antara negara-negara di Tanduk Afrika pada saat persatuan, dialog, dan kerja sama sangat dibutuhkan untuk mendukung perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut,” kata Dujarric dalam pernyataan yang menyampaikan posisi Guterres.
Guterres meminta seluruh negara di kawasan itu menghindari tindakan yang berpotensi meningkatkan eskalasi. Ia juga menyerukan agar perbedaan yang ada diselesaikan melalui dialog, bukan melalui langkah-langkah yang dapat semakin memperburuk hubungan antarnegara.
“Sekjen menyerukan kepada semua negara untuk menahan diri, menghindari tindakan apa pun yang dapat memperburuk ketegangan, dan berkomitmen untuk menyelesaikan perbedaan mereka melalui dialog,” ujar Dujarric.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah konflik yang berlangsung di wilayah Tigray, bagian paling utara Ethiopia. Konflik di wilayah itu disebut berdampak pada tingkat regional, sehingga perkembangan di Tigray menjadi bagian dari situasi yang mendorong perhatian PBB terhadap stabilitas Tanduk Afrika.
Kawasan strategis di Afrika Timur
Tanduk Afrika, yang juga dikenal sebagai Semenanjung Somalia, merupakan semenanjung besar sekaligus kawasan geopolitik di bagian paling timur daratan Afrika. Wilayah tersebut disebut sebagai semenanjung terbesar keempat di dunia.
Kawasan Tanduk Afrika mencakup Somalia, Djibouti, Ethiopia, Eritrea, serta Somaliland. Somaliland merupakan wilayah yang pengakuannya sebagai negara masih terbatas. Keberadaan sejumlah negara dan wilayah dalam satu kawasan menjadikan isu ketegangan regional berkaitan dengan hubungan antarnegara di wilayah tersebut.
Melalui seruannya, Guterres menekankan pentingnya pengendalian diri dari seluruh pihak serta penggunaan dialog untuk menangani perbedaan. PBB menyatakan persatuan dan kerja sama dibutuhkan untuk menopang perdamaian dan stabilitas di kawasan, terutama ketika konflik di Tigray telah menimbulkan dampak regional.
