Tim Satuan Tugas (Satgas) Premanisme Polres Metro Jakarta Timur menghimbau warga untuk segera melapor jika mengalami tindakan kekerasan atau ancaman. Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menekankan pentingnya pelaporan bagi warga yang merasa terintimidasi atau resah akibat ancaman dari para pelaku premanisme. Tindakan premanisme yang harus dilaporkan mencakup segala bentuk tindakan kekerasan, intimidasi, atau ancaman yang dilakukan oleh individu atau kelompok yang bertujuan untuk mencari keuntungan atau kekuasaan.
Nicolas menjelaskan bahwa aksi premanisme dapat beragam, mulai dari meminta sumbangan di lembaga atau kantor, mengajukan proposal, hingga melakukan ancaman bersama pasukan. Ancaman yang dilakukan oleh pelaku premanisme bisa berupa ancaman terang-terangan, fisik, atau verbal, dan kerap terjadi dalam bentuk geng motor, balapan liar, pemerasan, penganiayaan, begal, pencurian kendaraan bermotor, serta aksi premanisme jalanan dan mafia.
Terkait tindakan juru parkir, Nicolas menegaskan bahwa penindakan akan dilakukan jika terbukti adanya unsur kekerasan, intimidasi, atau pemerasan. Polres Metro Jakarta Timur juga telah berhasil menangkap 157 pelaku premanisme selama Operasi Berantas Jaya 2025, di mana 20 pelaku ditahan untuk proses hukum dan 137 pelaku lainnya mendapatkan pembinaan. Tindakan penegakan hukum terhadap premanisme merupakan upaya Polres Metro Jakarta Timur untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga Jakarta Timur.