Kesulitan berkonsentrasi saat belajar tidak selalu menandakan anak malas atau tidak tertarik pada pelajaran. Kemampuan fokus dipengaruhi banyak hal, mulai dari kualitas tidur, aktivitas fisik, kondisi emosional, kesehatan, hingga makanan yang dikonsumsi setiap hari.
Pola makan seimbang dapat membantu memenuhi zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan dan fungsi otak. Asam lemak omega-3, protein, kolin, vitamin, mineral, serat, dan antioksidan termasuk sejumlah nutrisi yang berperan dalam menjaga fungsi kognitif. Karena itu, orang tua dapat memasukkan beberapa makanan berikut ke dalam menu harian anak.
Pilihan makanan untuk mendukung konsentrasi anak
1. Ikan berlemak
Salmon, tuna, dan sarden merupakan contoh ikan berlemak yang kaya asam lemak omega-3. Zat gizi tersebut berperan dalam fungsi otak dan sistem saraf, serta dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi sel.
Ikan dapat diolah menjadi menu yang lebih mudah diterima anak, seperti ikan panggang, sup, pepes, atau campuran nasi. Penyajian yang bervariasi juga membantu anak mendapatkan asupan ikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
2. Telur
Selain mudah ditemukan dan diolah, telur menyediakan protein serta kolin. Kolin dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk fungsi otak dan sistem saraf. Asupan kolin yang cukup dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung fungsi kognitif anak.
Telur bisa disajikan saat sarapan, dicampurkan ke nasi, atau dibuat menjadi telur dadar dengan tambahan sayuran.
3. Buah beri
Blueberry dan stroberi mengandung berbagai senyawa antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Buah-buahan ini juga menyumbang vitamin, mineral, dan serat.
Buah beri dapat diberikan sebagai camilan, dimakan langsung, atau ditambahkan ke oatmeal, yoghurt, dan smoothie.
4. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Kacang dan biji-bijian mengandung protein, lemak sehat, serat, serta sejumlah vitamin dan mineral. Beberapa di antaranya juga menyediakan karbohidrat kompleks yang dicerna lebih bertahap sehingga dapat membantu menyediakan energi untuk aktivitas anak.
Bahan makanan ini dapat diberikan sebagai camilan atau ditambahkan ke oatmeal. Pada anak kecil, orang tua perlu memperhatikan bentuk dan teksturnya untuk mengurangi risiko tersedak.
Lengkapi dengan pola makan beragam
5. Alpukat
Alpukat mengandung lemak tak jenuh, serat, vitamin, dan mineral. Teksturnya yang lembut membuat buah ini mudah dihaluskan, dimakan langsung, atau dicampurkan ke makanan lain.
Namun, alpukat bukan makanan yang dapat secara langsung membuat anak lebih pintar atau meningkatkan konsentrasi dalam waktu singkat. Manfaatnya lebih tepat dipahami sebagai bagian dari pola makan bergizi dan seimbang.
6. Oatmeal dan gandum utuh
Oatmeal serta makanan berbahan gandum utuh merupakan sumber karbohidrat kompleks. Karbohidrat menjadi sumber energi utama tubuh, termasuk untuk menunjang aktivitas anak sepanjang hari. Kandungan seratnya juga dapat membantu anak merasa kenyang lebih lama.
Oatmeal dapat disajikan bersama buah, yoghurt, atau sumber protein lain agar sarapan anak lebih lengkap.
Asupan makanan bukan satu-satunya faktor yang menentukan kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Tidur yang cukup, aktivitas fisik, waktu bermain, lingkungan belajar yang nyaman, kondisi emosional, dan kesehatan anak juga perlu diperhatikan.
Orang tua tidak perlu berfokus pada satu jenis makanan yang dianggap sebagai “makanan otak”. Yang lebih penting ialah menyediakan makanan yang beragam dan seimbang setiap hari agar kebutuhan berbagai zat gizi terpenuhi sekaligus mendukung kesehatan serta perkembangan anak secara menyeluruh.
