10.5 C
Munich

Benarkah Minum Es Menyebabkan Batuk? Cek Faktanya

Harus dibaca

Minum es kerap dianggap sebagai penyebab utama batuk, terutama ketika seseorang mulai mengalami pilek atau tenggorokan terasa tidak nyaman. Namun, secara medis, suhu dingin dari air atau es tidak secara langsung menimbulkan infeksi maupun virus di dalam tubuh. Penyebab batuk dan pilek umumnya adalah infeksi virus atau bakteri serta paparan alergen, seperti debu, polusi, dan serbuk sari.

Artinya, anggapan bahwa seseorang pasti batuk karena terlalu banyak minum es merupakan mitos jika dimaknai sebagai hubungan sebab-akibat langsung. Air es juga tidak otomatis mengandung virus atau bakteri. Risiko infeksi baru berkaitan dengan minuman atau es batu yang dibuat dari air tercemar maupun diproses dengan cara yang tidak higienis.

Dingin dapat memperburuk iritasi tenggorokan

Meski bukan penyebab utama, minuman dingin bisa menjadi pemicu batuk pada orang-orang tertentu. Saat cairan dingin menyentuh dinding tenggorokan, pembuluh darah di area tersebut dapat menyempit sementara atau mengalami vasokonstriksi. Kondisi ini mengurangi aliran darah lokal dan berpotensi membuat refleks batuk lebih mudah muncul, khususnya ketika tenggorokan sudah sensitif atau mengalami iritasi.

Suhu dingin juga disebut dapat memperlambat pergerakan silia, yakni rambut-rambut halus yang membantu membersihkan saluran pernapasan. Pada saat yang sama, lendir di tenggorokan bisa menjadi lebih kental. Perubahan tersebut dapat menimbulkan sensasi gatal atau mengganjal sehingga tubuh meresponsnya dengan batuk.

Karena itu, reaksi setelah minum es tidak selalu berarti minuman tersebut menyebabkan penyakit. Pada sebagian orang, es hanya memperkuat gejala yang sudah muncul akibat radang, infeksi, atau iritasi saluran pernapasan.

Kebersihan es dan kondisi tubuh turut berpengaruh

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kebersihan es batu. Es yang dibuat menggunakan air mentah atau melalui proses yang tidak higienis berisiko membawa bakteri dan kuman. Mikroorganisme tersebut, bukan suhu dinginnya, yang dapat menyebabkan infeksi pada tenggorokan dan memicu batuk.

Minuman dingin juga dapat memicu keluhan pada penderita asma atau rinitis alergi. Paparan suhu rendah secara mendadak, termasuk dari minuman es, dapat merangsang penyempitan saluran napas atau bronkospasme. Pada kondisi itu, batuk bisa muncul sebagai bagian dari reaksi saluran pernapasan.

Bagi orang yang sehat, minum es dari air matang dan bersih pada dasarnya aman serta tidak otomatis menyebabkan batuk. Namun, ketika tubuh mulai tidak fit atau tenggorokan terasa meradang, air hangat lebih disarankan untuk membantu meredakan iritasi saluran pernapasan. Dengan kata lain, es bukan penyebab langsung batuk, tetapi pada kondisi tertentu dapat memperburuk gejala yang sudah ada.

Source link

Berita Terbaru